Detail Berita

Hukum & Politik

Banyuwangi Raih Sidaya Awards 2026, Punya 153 Sekolah Lansia dengan 4.590 Peserta

Pewarta : Hakim Said

06 November 2026

09:45

Wabup Banyuwangi Mujiono terima penghargaan dari Kemenbukbangga (foto : Humas Pemkab Banyuwangi untuk enewsindo )



BANYUWANGI, enewsindo.co.id - Upaya Banyuwangi mendorong warga lanjut usia (lansia) tetap sehat, mandiri, dan produktif berbuah penghargaan tingkat nasional. Pemkab Banyuwangi meraih Lansia Berdaya (Sidaya) Awards 2026 dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga).

Bukan tanpa alasan Banyuwangi mendapat apresiasi tersebut. Salah satu program unggulannya, Sekolah Lansia Tangguh (Selantang), kini telah berkembang menjadi 153 sekolah yang tersebar di seluruh kecamatan. Program tersebut diikuti 4.590 peserta.

Penghargaan diserahkan langsung Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji, kepada Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, dalam forum Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) Collaboration Summit di Jakarta, Kamis malam 5 Oktober 2026.

Dalam ajang tersebut, Banyuwangi ditetapkan sebagai kabupaten terbaik pelaksana program Sidaya untuk klaster II Jawa-Bali.

Mujiono mengatakan, penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi atas upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup warga lansia. Sekaligus menjadi motivasi untuk memperluas program pemberdayaan yang telah berjalan.

"Alhamdulillah, upaya Banyuwangi dalam meningkatkan kualitas hidup lansia mendapat apresiasi dari pusat. Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memperkuat dan memperluas program pemberdayaan lansia," kata Mujiono.

Menurutnya, Sekolah Lansia Tangguh menjadi salah satu ruang bagi warga lanjut usia untuk tetap belajar, bersosialisasi, dan menjaga kesehatan. Hampir seluruh desa dan kelurahan di Banyuwangi telah memiliki sekolah lansia.

Di tempat tersebut, peserta mendapatkan beragam materi, mulai dari kesehatan fisik dan mental, kehidupan sosial, spiritualitas, hingga pengetahuan untuk meningkatkan kualitas hidup. "Kami ingin mereka tetap aktif, produktif, dan bahagia di usia lanjut," ujar Mujiono.

Tak hanya memberikan edukasi, lanjut Mujiono, Pemkab Banyuwangi juga membuka kesempatan bagi lansia untuk terus berkarya melalui pelatihan keterampilan dan kewirausahaan.

Program ini dijalankan bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Muncar. Pelatihan digelar secara terjadwal di balai desa maupun kelurahan dengan jenis keterampilan yang disesuaikan dengan potensi serta kebutuhan peserta.

"Program ini kami laksanakan bekerja sama dengan BPVP Muncar. Pelatihan dilakukan secara terjadwal di balai desa maupun kelurahan, dengan jenis keterampilan yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan para peserta," jelas Mujiono.

Sementara untuk memastikan kondisi kesehatan lansia tetap terpantau, pemerintah daerah juga melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Hasil pemeriksaan tersebut dilaporkan melalui aplikasi SIDAYA sebagai bagian dari sistem pendataan dan pemantauan kondisi lansia secara terintegrasi.

Mujiono menegaskan, pemberdayaan lansia tidak cukup hanya dengan memberikan layanan kesehatan. Mereka juga perlu mendapat ruang untuk beraktivitas, mengembangkan kemampuan, serta tetap mengambil peran dalam keluarga dan lingkungan sosial.

"Kami ingin para lansia tidak sekadar memiliki usia harapan hidup yang panjang, tetapi juga menikmati masa tua dengan sehat, mandiri, tetap produktif sesuai usianya, dan tetap memiliki peran di tengah keluarga maupun masyarakat," pungkasnya. (*)

Tags : #KemendukBangga #BanyuwangiTerimaSiddayaAward #BeritaBanyuwangi #enewsindoBanyuwangi

Ikuti Kami :

Komentar