Detail Berita

Hukum & Politik

Banyuwangi Jadi Rujukan, Wabup Lebak Berguru Strategi City Branding

Pewarta : Hakim Said

06 November 2026

14:25

Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah ditemui Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono di ruang kerjanya (foto : Hakim Said)

BANYUWANGI, enewsindo.co.id -  Kabupaten Banyuwangi menjadi tujuan studi banding Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten, untuk mempelajari strategi membangun city branding.

Daerah berjuluk Sunrise of Java itu dinilai memiliki pengalaman dalam mengangkat potensi lokal menjadi identitas daerah yang dikenal luas.

Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah bersama rombongan datang langsung ke Banyuwangi dan disambut Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono di Lounge Pelayanan Publik, kompleks Kantor Bupati Banyuwangi, Jumat 6 November 2026.

Amir mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan untuk mempelajari strategi Banyuwangi dalam membangun citra daerah melalui penguatan potensi lokal.

Menurutnya, Banyuwangi menjadi salah satu contoh daerah yang dibahas dalam sebuah forum mengenai pengembangan branding daerah.

"Kami melihat Banyuwangi sebagai salah satu daerah yang berhasil membangun daerahnya melalui branding yang tepat. Kami datang untuk belajar langsung bagaimana strategi membangun dan menguatkan identitas daerah berbasis potensi lokal," kata Amir.

Dia mengungkapkan, Kabupaten Lebak memiliki sejumlah kesamaan karakteristik dengan Banyuwangi. Salah satunya kekayaan budaya yang menjadi identitas masyarakat.

Jika Banyuwangi dikenal dengan masyarakat Suku Osing, Kabupaten Lebak memiliki masyarakat Suku Baduy yang menjadi salah satu kekuatan budaya daerah.

Secara geografis, kedua kabupaten tersebut juga berada di wilayah ujung Pulau Jawa. Lebak berada di bagian barat, sedangkan Banyuwangi terletak di ujung timur.

"Kami berharap kesamaan karakteristik ini memudahkan kami mengadaptasi pengalaman Banyuwangi. Dengan begitu, Lebak bisa semakin dikenal, bahkan hingga tingkat internasional," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono menjelaskan, strategi branding Banyuwangi dibangun dengan mengoptimalkan berbagai potensi daerah. Mulai dari kekayaan alam, budaya, tradisi hingga kreativitas masyarakat.

Seluruh potensi tersebut dikembangkan secara terintegrasi untuk membentuk identitas dan citra Banyuwangi.

Meski demikian, Mujiono menegaskan, strategi branding suatu daerah tidak bisa diterapkan begitu saja di daerah lain. Setiap wilayah perlu merumuskan pendekatan berdasarkan karakteristik dan keunggulan masing-masing.

"Tentu tidak semua bisa diterapkan di daerah lain. Silakan Lebak merumuskan pendekatan branding yang sesuai dengan karakteristik dan keunggulan daerah," kata Mujiono.

Rombongan Pemkab Lebak berada di Banyuwangi selama tiga hari, mulai 5 hingga 7 November 2026. Selain mempelajari city branding, mereka juga mengunjungi sejumlah destinasi wisata, melihat pembangunan infrastruktur, serta mempelajari ekosistem pendukung pariwisata di Banyuwangi.

Tags : #CityBrandinBanyuwangi #LebakBelajarkeBanyuwangi #PemkabBanyuwangi #BeritaBanyuwangi #enewsindoBanyuwangi

Ikuti Kami :

Komentar