Detail Berita

Hukum & Politik

Camat Sumbersari Deni, 5.000 Paket Sembako di Umbulsari Jadi Contoh Kendalikan Inflasi

Pewarta : Yudi

28 Oktober 2026

19:15

Camat Sumbersari Deni di ruang kerja (foto : Yudi)

JEMBER, enewsindo.co.id - Rencana pengadaan 5.000 paket sembako senilai Rp 1,25 miliar di Kecamatan Umbulsari menjadi sorotan terkait prioritas belanja APBD Jember 2026.

Menanggapi kritik tersebut, Camat Sumbersari Deni Hadiatullah, S.IP., M.M., menilai kegiatan itu dapat menjadi bentuk intervensi pengendalian inflasi sekaligus upaya mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

Melalui rekaman pesan suara WhatsApp yang diterima media ini, Rabu 28 Oktober 2026. Deni membantah anggapan bahwa kegiatan sosialisasi dan serap aspirasi di sejumlah kecamatan merupakan kampanye terselubung.

“Tidak benar bahwa ini bagian dari euforia terkait keberadaan Gus Bupati untuk memaksakan kekuatan APBD-nya dalam rangkaian kegiatan di masyarakat. Ini murni bagian dari aspirasi dan keinginan besar Gus Bupati untuk lebih dekat dengan masyarakat,” tegasnya.

Deni menyoroti jumlah paket sembako yang direncanakan mencapai 5.000 paket. Menurut dia, skala tersebut dapat menjadi pembeda dibandingkan kegiatan pasar murah maupun operasi pasar yang umumnya menyediakan paket dalam jumlah lebih terbatas.

“Kalau pasar murah hanya 100 sampai 200 paket, operasi pasar pun kisaran 150 sampai 200 paket. Ini 5.000 paket,” ujarnya, mencontohkan besarnya jumlah paket sebagai salah satu gambaran kegiatan yang dikaitkan dengan pengendalian inflasi.

Selain itu, kegiatan tersebut dirancang menjadi ruang pertemuan langsung antara Gus Bupati dan masyarakat. Warga juga direncanakan memperoleh pelayanan administrasi kependudukan, kesehatan, serta layanan pemerintahan lainnya.

Menurut Deni, pendekatan tatap muka tetap diperlukan karena tidak semua warga memiliki akses terhadap telepon seluler dan media sosial. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah diharapkan dapat mendengar keluhan sekaligus memahami persoalan masyarakat secara langsung.

Terkait pemberian tali asih berupa sembako, Deni menjelaskan bahwa hal itu merupakan bentuk apresiasi kepada masyarakat yang hadir dalam kegiatan sosialisasi dan serap aspirasi.

“Bagi kami, tidaklah mungkin hanya sebatas mengundang atau menghadirkan masyarakat tanpa adanya tali asih. Meskipun jangan dilihat dari nilai yang diberikan, tetapi dari sisi take and give, dalam arti nilai dengan bingkaian saling menghargai,” jelasnya.

Sebelumnya, dokumen spesifikasi teknis pengadaan melalui e-purchasing di Kecamatan Umbulsari mencantumkan anggaran Rp 1,25 miliar untuk 5.000 paket sembako yang direncanakan dibagikan di lima titik.

Setiap paket disebut menggunakan tas berbahan spunbond dengan identitas visual Home Care, Wadul Gus’e, foto bupati, serta slogan Jember Baru Jember Maju.

Dokumen tersebut mencantumkan Camat Umbulsari Prihan Jadid, S.STP., M.Si., sebagai penandatangan sekaligus pejabat pembuat komitmen (PPK). Sasaran kegiatan disebut mencakup peserta sosialisasi dan penjaringan aspirasi masyarakat.

Besarnya anggaran itu sebelumnya dikritik Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Cinta Jember (FKMCJ), Jumantoro, yang mempertanyakan prioritas belanja dan potensi penggunaan anggaran untuk kegiatan seremonial.

Meski kegiatan tersebut dikaitkan dengan pengendalian inflasi, efektivitasnya tetap perlu dilihat dari manfaat yang diterima masyarakat, ketepatan sasaran, serta dampaknya terhadap daya beli warga. Rincian harga satuan, komponen biaya, dan mekanisme pengadaan juga diperlukan untuk menilai kewajaran penggunaan APBD Jember 2026.

Deni menegaskan, camat berperan sebagai penghubung antara kepala daerah dan masyarakat agar aspirasi warga dapat tersampaikan dan ditindaklanjuti. “Kami sebagai camat menjadi katalisator atau penyambung untuk merekatkan hubungan Gus Bupati dengan masyarakat,” pungkasnya. (*)

Tags : #SumbersariJember #BeritaJember #enewindoJember #Inflasi

Ikuti Kami :

Komentar