Detail Berita

Advertorial

Dua Ribu Pelari Siap Ramaikan Banaran Trail Run 2026, PTPN I Perkuat Wisata Perkebunan

Pewarta : Tamara

04 November 2026

22:55

Pelari dalam ajang lari lintas alam yang digelar di Kampoeng Kopi Banaran, Bawen, Kabupaten Semarang (foto : Humas PTPN untuk enewsindo)


JAKARTA, enewsindo.co.id – Hamparan kebun kopi, udara sejuk perbukitan, dan jalur alam di lereng Gunung Ungaran akan menjadi saksi kemeriahan Banaran Trail Run 2026.

Sekitar 2.000 pelari dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara diperkirakan ambil bagian dalam ajang lari lintas alam yang digelar di Kampoeng Kopi Banaran, Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Minggu 8 November 2026.

Memasuki penyelenggaraan ketiga sejak pertama kali digelar pada 2024, Banaran Trail Run kembali hadir dengan perpaduan olahraga, rekreasi, dan wisata alam. Hingga Rabu 4 November 2026, persiapan kegiatan dilaporkan telah mencapai 90 persen.

Bagi para peserta, ajang ini bukan hanya kesempatan menguji ketahanan fisik dan kecepatan. Mereka juga akan diajak menikmati pengalaman berlari di tengah lanskap perkebunan kopi dengan kontur perbukitan yang menjadi tantangan tersendiri.

Suasana alam Kampoeng Kopi Banaran menjadi daya tarik utama. Selain mengikuti kompetisi, peserta dan keluarga dapat menikmati kawasan wisata perkebunan beserta berbagai fasilitas dan wahana rekreasi yang tersedia.

Melalui kegiatan ini, PTPN I ingin memperkenalkan potensi perkebunan kopi Banaran sebagai destinasi wisata yang menawarkan pengalaman lebih luas. Kawasan perkebunan tidak hanya menjadi tempat produksi komoditas, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai ruang rekreasi, olahraga, dan edukasi.

Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras mengatakan, Banaran Trail Run merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mengoptimalkan potensi aset perkebunan melalui pengembangan sektor pariwisata.

"Banaran Trail Run bukan sekadar ajang olahraga. Kami ingin memperkenalkan kekayaan alam perkebunan kopi Banaran kepada masyarakat melalui pengalaman yang berbeda. Peserta tidak hanya datang untuk berlari, tetapi juga dapat menikmati panorama perkebunan, mengenal produk unggulan, dan merasakan suasana wisata yang kami kembangkan," kata Abdul Rivai di Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Menurutnya, pengembangan wisata perkebunan menjadi salah satu upaya perusahaan menciptakan nilai tambah dari aset yang dimiliki. Potensi alam, produk perkebunan, aktivitas rekreasi, hingga peluang ekonomi masyarakat dikembangkan dalam satu ekosistem yang saling mendukung.

Manfaat kegiatan juga diarahkan agar dapat dirasakan pelaku usaha lokal. Dalam penyelenggaraan Banaran Trail Run 2026, PTPN I memberikan ruang bagi UMKM binaan untuk memperkenalkan dan memasarkan produk mereka kepada para peserta maupun pengunjung.

Kehadiran ribuan pelari dan pengunjung diharapkan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk lokal. Interaksi antara peserta, wisatawan, dan pelaku UMKM juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi ekonomi daerah.

"Destinasi wisata yang berkembang harus mampu memberikan dampak bagi lingkungan dan masyarakat di sekitarnya. Karena itu, kami melibatkan UMKM binaan agar mereka memperoleh kesempatan memperluas pasar, membangun jaringan, dan memperkenalkan produk lokal kepada pengunjung. Kami ingin manfaat kegiatan ini dirasakan bersama," ujarnya.

Tiga Kategori, Tantangan Berbeda

Dari sisi kompetisi, panitia menyiapkan tiga kategori lomba yang dapat diikuti pelari dengan tingkat kemampuan dan pengalaman berbeda. Ketiganya yakni Excelsa 7 kilometer, Robusta 15 kilometer, dan Arabica 30 kilometer.

Kategori Arabica 30K menjadi tantangan terpanjang dengan kenaikan elevasi sekitar 1.055 meter. Kategori ini juga mengikuti evaluasi poin dari International Trail Running Association (ITRA) dan menargetkan status UTMB Index Official Race. Sementara kategori Robusta 15K juga mengikuti evaluasi poin ITRA.

Panitia telah menyusun jadwal pemberangkatan peserta atau flag-off secara bertahap. Kategori Arabica 30K dimulai pukul 03.00 WIB, disusul Robusta 15K pukul 05.00 WIB, dan Excelsa 7K pukul 06.00 WIB. Hadiah podium bagi pelari putra dan putri juga disiapkan pada setiap kategori.

Dengan tiga pilihan jarak tersebut, Banaran Trail Run membuka kesempatan bagi pelari dengan pengalaman berbeda untuk merasakan tantangan lintasan alam perkebunan kopi Banaran.

Lebih dari sekadar agenda olahraga tahunan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PTPN I memperkuat Kampoeng Kopi Banaran sebagai destinasi wisata berbasis perkebunan. Kolaborasi antara komunitas olahraga, pengelola wisata, UMKM, dan masyarakat diharapkan menciptakan manfaat yang berkelanjutan.

Melalui pengembangan wisata perkebunan, PTPN I berupaya menghadirkan nilai tambah dari aset perusahaan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi lingkungan sekitarnya. Banaran Trail Run 2026 pun menjadi salah satu cara mempertemukan olahraga, keindahan alam, dan potensi produk lokal dalam satu pengalaman wisata. (ADV)

Tags : #PTPN jakarta #Berita PTPN #enewsindoJakarta

Ikuti Kami :

Komentar