Detail Berita

Hukum & Politik

Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, 300 Personel Gabungan Disiagakan di Banyuwangi

Pewarta : Hakim Said

04 November 2026

13:29

Kapolres Banyuwangi mengecek kesiapan petugas hadapi Hidrometeorologi di usai Upacara (foto : Hakim Said)

BANYUWANGI, enewsindo.co.id - Sebanyak 300 personel gabungan dari berbagai instansi disiapkan untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam, mulai dari banjir, tanah longsor hingga cuaca ekstrem.

Kesiapan tersebut ditandai dengan apel gelar pasukan penanggulangan bencana hidrometeorologi di Mapolresta Banyuwangi, Rabu 4 November 2026.

Apel dipimpin Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Muharman Arta dan diikuti unsur kepolisian, Kodim 0825, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Basarnas, Palang Merah Indonesia (PMI), serta instansi terkait lainnya.

Bukan sekadar apel kesiapsiagaan, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat koordinasi lintas instansi dalam menghadapi kemungkinan bencana.

Sebab, penanganan bencana tidak bisa dilakukan oleh satu institusi saja, melainkan membutuhkan kerja sama seluruh unsur terkait.

Muharman mengungkapkan, dalam beberapa waktu terakhir tercatat sebanyak 672 kejadian bencana hidrometeorologi dengan estimasi kerugian mencapai sekitar Rp7 miliar.

Angka tersebut menjadi pengingat bahwa ancaman bencana membutuhkan perhatian dan langkah antisipasi sejak dini.

Terlebih, dampak bencana tidak hanya menyangkut kerusakan infrastruktur dan kerugian materiil, tetapi juga keselamatan masyarakat.

"Bencana alam tidak dapat kita hindari sepenuhnya, tetapi risiko dan dampaknya dapat diminimalkan melalui kesiapsiagaan yang matang," kata Muharman.

Karena itu, Kapolresta meminta seluruh jajaran memperkuat pemetaan wilayah rawan bencana, memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana, serta membangun koordinasi lintas instansi.

Setiap unsur juga diminta meningkatkan kewaspadaan dengan mengidentifikasi wilayah yang berpotensi terdampak, menyiapkan posko penanggulangan, dan memastikan seluruh perlengkapan operasional dalam kondisi siap digunakan.

Menurut Muharman, kesiapan tersebut sangat menentukan kecepatan penanganan ketika bencana terjadi. Mulai dari proses penyelamatan dan evakuasi warga, pengamanan lokasi terdampak, hingga penyaluran bantuan kepada masyarakat.

"Jangan menunggu bencana terjadi baru kita bergerak. Kesiapan harus dibangun sejak dini, sehingga ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, seluruh unsur terkait sudah siap hadir dan memberikan respons terbaik," tegasnya.

Usai apel, Muharman bersama jajaran pejabat dan tamu undangan melakukan pemeriksaan sarana dan prasarana pendukung penanggulangan bencana.

Pengecekan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh perlengkapan operasional dapat digunakan ketika kondisi darurat terjadi.

Selain itu, pemeriksaan menjadi bagian dari upaya mengidentifikasi kebutuhan pendukung agar penanganan bencana di Banyuwangi dapat berjalan cepat, tepat, dan terpadu. (*)

Tags : #HidrometeorologiBanyuwangi #PolresBanyuwangi #BeritaPolresBanyuwangi #enewsindoBnayuwangi

Ikuti Kami :

Komentar