Detail Berita

Hukum & Politik

Sungai Badeng Mengamuk, 10 Kambing Hanyut, Puluhan Rumah di Banyuwangi Terendam Lumpur

Pewarta : Imam

02 November 2026

15:43

Rumah di songgon terendam Air, akibat sungai Badeng meluap hingga 30 - 40 Cm (foto : Imam)

BANYUWANGI, enewsindo.co.id - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Banyuwangi sejak Minggu 1 November malam hingga Senin 2 November 2026 pagi memicu bencana di sejumlah wilayah. Banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang terjadi di beberapa kecamatan.

Di Kecamatan Songgon, derasnya arus Sungai Badeng menghancurkan kandang ternak dan menyeret sepuluh ekor kambing milik warga. Sementara di Kecamatan Singojuruh, puluhan rumah terendam banjir bercampur lumpur akibat luapan sungai yang sama.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Partana, mengatakan personel telah disiagakan sejak pagi untuk memantau kondisi wilayah terdampak sekaligus melakukan asesmen kebutuhan penanganan.

"Sejak pagi anggota kita siagakan untuk melakukan pemantauan dan asesmen di lokasi terdampak untuk mengetahui kondisi terkini dan kebutuhan penanganan," kata Partana.

Luapan Sungai Badeng tidak hanya berdampak pada warga Songgon. Di Kecamatan Singojuruh, air bercampur lumpur masuk ke permukiman warga. Tim BPBD bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka), pemerintah desa, dan masyarakat langsung melakukan gotong royong membersihkan material lumpur.

"Tim BPBD berkoordinasi dengan pihak terkait dan selanjutnya melakukan gotong royong bersama Forkopimka Singojuruh, pemdes, dan para warga melakukan pembersihan," ujarnya.

Bencana serupa juga terjadi di Kecamatan Kalibaru. Sejumlah rumah warga di Desa Kalibaru Kulon terendam air dengan ketinggian mencapai 30 hingga 40 sentimeter. Kondisi itu dipicu saluran drainase yang tersumbat.

Tak hanya permukiman yang terendam, luapan air juga menyebabkan akses penghubung desa terputus. Aktivitas masyarakat pun terganggu.

BPBD Banyuwangi menyiagakan sejumlah peralatan, di antaranya pompa air bertekanan tinggi dan mesin pemotong kayu. Langkah tersebut dilakukan untuk mengatasi sumbatan yang diduga berasal dari sisa limbah pemotongan kayu.

"Di wilayah tersebut kita siagakan peralatan seperti pompa air bertekanan tinggi dan pemotong kayu karena ada indikasi sumbatan dari sisa limbah pemotongan kayu. Kami juga koordinasi dan memastikan bantuan kebutuhan dasar logistik bagi warga yang terdampak," jelas Partana.

Sementara itu, tanah longsor terjadi di Kecamatan Licin. Material tanah sempat menutup akses jalan di Dusun Kluncing sehingga menghambat mobilitas warga.

Dampak cuaca ekstrem juga merembet ke jalur perkeretaapian di Kecamatan Kalibaru. Longsoran dan gogosan tanah akibat luapan air dilaporkan sempat mengganggu perjalanan sejumlah kereta api di wilayah Daerah Operasi (Daop) 9 Jember.

Selain banjir dan longsor, BPBD juga menerima laporan pohon tumbang di Jalan Agung Suprapto serta jalur Erek-Erek menuju kawasan Ijen.

Personel BPBD diterjunkan untuk melakukan asesmen dan membantu membersihkan material pohon tumbang agar akses jalan kembali normal.

Partana menegaskan, pemantauan terus dilakukan di sejumlah titik terdampak. Koordinasi dengan instansi terkait juga diperkuat untuk mempercepat penanganan bencana serta memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi. (*)

Tags : #BanjirBandangBanyuwangi #KabupatenBanyuwangi #BeritaBanjirBanyuwangi #enewsindoBanyuwangi

Ikuti Kami :

Komentar