Detail Berita

Hukum & Politik

Tirta untuk Plalangan, Drop ke-23 Tembus 115 Ribu Liter, Warga Bintoro Jember Masih Berjibaku Lawan Kemarau

Pewarta : Andre

02 November 2026

18:28

Kekeringan, Warga Bintoro Patrang dapat kiriman air bersih dari BPBD (foto : Andre)

JEMBER, enewsindo.co.id - Kemarau panjang belum mau melunak di ujung timur Pulau Jawa. Di saat sebagian wilayah mulai menyambut rintihan air hujan, denyut kehidupan di Lingkungan Plalangan, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, justru masih diuji oleh keringnya sumur-sumur warga.

Namun, asa itu tidak surut. Senin sore 2 November 2026, deru truk tangki milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember memecah keheningan kawasan tersebut. 

Bersama para relawan dari Relawan Indonesia (RELINDO), korps penanggulangan bencana itu kembali hadir membawa nafas kehidupan,  5.000 liter air bersih yang langsung digelontorkan ke kantong-kantong tandon warga.

Bukan sekadar angka, pengiriman sore itu tercatat sebagai drop air bersih yang ke-23 kalinya. Akumulasi dari ketukan demi ketukan truk tangki ini membuat total air bersih yang telah disiramkan ke Plalangan menembus angka fantastis yakni 115.000 liter.

Di balik angka statistik tersebut, tersimpan cerita perjuangan harian 142 KK yang bertahan di tengah paceklik air. Berdasarkan data valid BPBD Jember, terjangan kekeringan paling dirasakan oleh warga di dua titik krusial. Diantaranya, sebanyak 110 KK berdiam di RT 01/RW 11, sementara 32 KK lainnya bertahan di RT 03/RW 10.

Langkah petugas di lapangan tersebut merupakan tindak lanjut nyata atas surat resmi permohonan bantuan dari Kelurahan Bintoro (Nomor: 800/545/02.2005/2026), yang diperkuat oleh rekomendasi matang dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD usai asesmen mendalam sejak akhir Agustus lalu.

Tepat pukul 15.00 WIB, armada tangki bergerak dari posko, membelah jalanan Patrang, dan tiba di lokasi sasaran hanya dalam waktu 15 menit. Setibanya di titik kumpul, koordinasi cepat kilat langsung dijalin bersama pengurus RT/RW setempat sebelum ribuan liter air dialirkan ke empat unit tandon berkapasitas masing-masing 1.200 liter yang telah disiagakan di lokasi.

Personil TRC BPBD Kabupaten Jember, Dwi Agit Maulana Putra, menegaskan bahwa intervensi ini adalah harga mati demi menjaga standar hidup dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah cuaca ekstrem.

“Penyaluran bantuan air bersih ini merupakan upaya untuk membantu warga yang terdampak kekeringan agar tetap mendapatkan pasokan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Dwi Agit di sela-sela pemantauan distribusi.

Meski bantuan sudah puluhan kali mendarat, dinamika di lapangan menunjukkan bahwa keran bantuan tidak boleh berhenti begitu saja. Kebutuhan air bersih di Plalangan masih memerlukan atensi jangka panjang yang konsisten.

Melihat siklus konsumsi warga, BPBD Kabupaten Jember secara khusus merekomendasikan agar skema droping air bersih ini kembali dijadwalkan secara berkala yakni setiap empat hari sekali guna memastikan dapur-dapur warga dan kebutuhan sanitasi mereka tetap mengepul serta terjaga.

Berkat sinergi apik antara BPBD Jember, RELINDO, perangkat kelurahan, hingga pengurus RT/RW, rangkaian aksi sosial yang berakhir pukul 16.45 WIB tersebut berjalan tanpa hambatan berarti dan sarat akan makna gotong royong, tetesan air itu menjadi bukti bahwa warga Plalangan tidak sendirian melawan kemarau panjang. (*)

Tags : #BPBDJember #KekeringandiBintoro #KabupatenJember #BeritaKekeringan #enewsindoJember

Ikuti Kami :

Komentar