Detail Berita
Angkat Kisah Bullying Anak SD, Film Esok Masih Ada Ajak Publik Lebih Peduli
Pewarta : Andre
02 November 2026
17:54
film Esok Masih Ada tampil perdana (foto : Andre)
JEMBER, enewsindo.co.id - Perundungan atau bullying di lingkungan sekolah bukan sekadar kenakalan anak-anak. Dampaknya bisa membekas, bahkan mengganggu kesehatan mental dan masa depan korban. Pesan itulah yang diangkat dalam film drama edukasi berjudul Esok Masih Ada.
Film garapan sutradara sekaligus penulis PD Hariyanto tersebut menggelar Gala Premiere di CGV Roxy Jember, Senin 2 November 2026.
Cerita film ini berpusat pada sosok Emelie, siswi sekolah dasar (SD) yang menjadi korban perundungan teman-temannya. Perlakuan tersebut membuat Emelie harus menghadapi tekanan psikologis yang tidak mudah.
Melalui kisah tersebut, film Esok Masih Ada berupaya membuka mata masyarakat bahwa bullying bukan persoalan sepele. Perlu kepedulian dan keterlibatan semua pihak untuk mencegah praktik perundungan, terutama di lingkungan pendidikan.
Sejumlah pemeran turut terlibat dalam produksi film tersebut, di antaranya Maha, Pandu, Vania, Eleena, Emelie, Elea, Nadine, Ezzar, dan Akira.
Film ini telah tayang sejak 29 Oktober 2026 di sejumlah bioskop Jember, yakni CGV, KCM, dan Cinepolis.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif (Ekraf) Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Jember, Ermi Rahmawati, menyambut positif kehadiran film tersebut.
Menurut dia, karya insan perfilman lokal itu menjadi bukti bahwa industri kreatif Jember mampu menghadirkan tontonan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan edukasi dan kepedulian sosial.
"Kami sangat mengapresiasi hadirnya film Esok Masih Ada. Ini menjadi bukti bahwa insan kreatif Jember mampu menghasilkan karya yang tidak hanya memiliki nilai hiburan, tetapi juga membawa pesan edukasi dan kepedulian sosial. Isu bullying yang diangkat sangat dekat dengan kehidupan anak-anak dan lingkungan pendidikan," ujar Ermi.
Dia mengingatkan, perundungan terhadap anak tidak boleh dianggap sebagai candaan biasa. Sebab, dampaknya dapat memengaruhi kepercayaan diri, perkembangan mental, hingga masa depan seorang anak.
Karena itu, orang tua, guru, dan teman sebaya harus memiliki kepekaan terhadap kondisi anak-anak di sekitarnya.
"Anak-anak membutuhkan lingkungan yang aman, baik di sekolah maupun di rumah. Guru, orang tua, dan teman sebaya harus memiliki kepedulian. Jangan sampai ada anak yang merasa sendirian ketika mengalami perundungan. Kita harus berani peduli, berani mendengarkan, dan berani menghentikan bullying," tegasnya.
Ermi berharap, film tersebut bisa menjadi bahan refleksi bagi masyarakat, khususnya orang tua dan tenaga pendidik, agar lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan mental anak.
Dia juga berharap pesan yang disampaikan melalui film Esok Masih Ada dapat mendorong terciptanya lingkungan sekolah dan pergaulan yang aman, nyaman, serta bebas dari perundungan. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Tirta untuk Plalangan, Drop ke-23 Tembus 115 Ribu Liter, Warga Bintoro Jember Masih Berjibaku Lawan Kemarau
2 November 2026
18:28
Hiburan
Angkat Kisah Bullying Anak SD, Film Esok Masih Ada Ajak Publik Lebih Peduli
2 November 2026
17:54
Pendidikan & Teknologi
MAN 3 Banyuwangi Bentuk Garda Pelajar Antinarkoba, Duta Anti-Bullying Dilibatkan
2 November 2026
16:43
Hukum & Politik
Sungai Badeng Mengamuk, 10 Kambing Hanyut, Puluhan Rumah di Banyuwangi Terendam Lumpur
2 November 2026
15:43
Pendidikan & Teknologi
Kejuaraan Atletik Jember Jadi Panggung Awal Calon Atlet Porprov 2027
2 November 2026
15:34