Detail Berita
Gus Fawait Blusukan ke Jelbuk, Serap Aspirasi UMKM hingga Petani
Pewarta : Andre
31 Oktober 2026
17:37
Bupati Jember Gus Wafait saat di konfirmasi Awak media di acara Bunga Desaku (foto : Andre)
JEMBER, enewsindo.co.id - Bupati Jember DR. Muhammad Fawait turun langsung menemui masyarakat di Kecamatan Jelbuk, melalui program Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku).
Bupati yang akrab disapa Gus Fawait ini menyerap berbagai aspirasi masyarakat, mulai dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pedagang keliling atau mlijo, hingga kelompok tani.
Kegiatan yang dipusatkan di Balai Desa Sukowiryo tersebut dihadiri sekitar seribuan warga. Meski sempat diguyur hujan, antusiasme masyarakat tidak surut. Warga tetap berdatangan untuk mengikuti dialog sekaligus memanfaatkan pelayanan yang disediakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember.
Dalam kegiatan itu, Gus Fawait didampingi sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Kehadiran jajaran OPD diharapkan memudahkan masyarakat menyampaikan persoalan secara langsung kepada perangkat daerah yang memiliki kewenangan menangani kebutuhan mereka.
Selain dialog, masyarakat juga mendapatkan pelayanan kesehatan gratis. Pemeriksaan meliputi tekanan darah, kolesterol, dan gula darah. Layanan tersebut melibatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas Jelbuk dan Puskesmas Sukowono.
Peserta cukup membawa fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) serta menunjukkan undangan kegiatan untuk memperoleh pelayanan tersebut.
Usai kegiatan, Gus Fawait menjelaskan, Bunga Desaku bukan sekadar agenda kunjungan kepala daerah ke desa. Program tersebut juga menjadi sarana menyosialisasikan kebijakan pemerintah sekaligus mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat.
“Tujuan Bunga Desaku adalah sosialisasi program Pemerintah Kabupaten Jember. Tadi, termasuk terkait masalah kesehatan. Bukan cuma kesehatan, pertemuan semacam ini juga kami butuhkan untuk menyerap aspirasi, supaya program-program yang kami rancang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, termasuk para pelaku UMKM,” ujarnya.
Menurut Gus Fawait, aspirasi masyarakat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menentukan arah program pemerintah. Kebutuhan pelaku UMKM, misalnya, berkaitan dengan dukungan sarana usaha. Sementara kelompok tani membutuhkan perhatian terhadap ketersediaan alat dan mesin pertanian (alsintan).
Dia menegaskan, bantuan pemerintah harus dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Pengawasan dan edukasi kepada penerima juga diperlukan agar bantuan tidak disalahgunakan.
“Setelah diberi bantuan, jangan sampai dijual atau disalahgunakan. Kewajiban kita bukan hanya memberikan bantuan, tetapi juga memberikan imbauan supaya bantuan tersebut digunakan sebaik mungkin,” tegasnya.
Gus Fawait menyebutkan, program Bunga Desaku akan terus dilaksanakan hingga penghujung tahun. Berdasarkan agenda yang disusun, terdapat sekitar 20 kegiatan yang direncanakan berlangsung sampai Desember 2026.
Selain menjadi sarana penyerapan aspirasi, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk mendukung pengendalian inflasi menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). (*)
Komentar
Berita Terbaru
Hiburan
Semboro Bergetar ! 36 Truk Sound Horeg dan Ratusan Dancer Bikin Karnaval Membahana
31 Oktober 2026
21:27
Hukum & Politik
Bunga Desaku di Jelbuk, Gus Fawait Sosialisasikan Layanan Kesehatan Gratis
31 Oktober 2026
19:58
Hukum & Politik
Gus Fawait Blusukan ke Jelbuk, Serap Aspirasi UMKM hingga Petani
31 Oktober 2026
17:37
Hukum & Politik
Dana Desa Hilimaera Tak Cair, Pj Kades dan BPD Keberatan, DPMD Sebut Imbas Kelalaian Mantan Kades
31 Oktober 2026
14:14
Hukum & Politik
Ratusan Anggota PMR Ikuti Amerta 2 Jember, PMI Dorong Relawan Muda Peduli Lingkungan
31 Oktober 2026
13:51