Detail Berita
Dari Tanjung Perak ke Labuan Bajo, 17 Ton Bantuan PTPN I untuk Warga NTT
Pewarta : Evelyne
29 Agustus 2026
08:32
PTPN I kirim bantuan Sembako dan Selimut ke Korban di NTT (foto : Evelyne)
JAKARTA, enewsindo.co.id - Dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, sebuah perjalanan panjang dimulai. Kapal KM Niki Mila Utama membawa lebih dari sekadar muatan.
Di dalamnya terdapat beras, gula, minyak goreng, dan selimut yang ditujukan bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana.
Sebanyak 17,048 ton bantuan yang dikirim PT Perkebunan Nusantara I (Persero) bersama PTPN Group itu diberangkatkan pada 23 Agustus 2026 menuju Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.
Bagi masyarakat yang berada di tengah situasi bencana, bantuan pangan dan kebutuhan dasar menjadi sesuatu yang sangat berarti. Di tengah keterbatasan, kehadiran berbagai pihak dapat menjadi penguat untuk melewati masa sulit.
Bantuan PTPN Group itu terdiri atas 12.175 kilogram beras, 2.616 kilogram gula pasir, 1.637 kilogram minyak goreng, dan 620 kilogram selimut.
Barang-barang tersebut kemudian menempuh perjalanan laut menuju Labuan Bajo. Dari sana, bantuan akan diteruskan melalui Posko Bencana BRI untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak dan lokasi pengungsian sesuai kondisi serta kebutuhan di lapangan.
Direktur Utama PTPN I (Persero) Abdul Rivai Ras mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan kepada masyarakat NTT. Namun, bagi dia, bantuan dalam situasi bencana tidak hanya berbicara mengenai jumlah barang yang dikirim.
“Di tengah situasi bencana, masyarakat tidak hanya membutuhkan bantuan, tetapi juga kepedulian dan kehadiran,” kata Rivai.
Pesan itu menjadi bagian penting dalam pengiriman bantuan tersebut. Sebab, bencana tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga menghadapkan masyarakat pada ketidakpastian dan kebutuhan yang mendesak.
Karena itu, PTPN I bersama PTPN Group tidak hanya mengirimkan bantuan. Tim Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) juga disiapkan untuk berkoordinasi dengan posko bencana dan pemangku kepentingan terkait.
Koordinasi tersebut diperlukan agar bantuan tidak berhenti sebagai tumpukan logistik di satu titik. Bantuan diharapkan bergerak menuju mereka yang benar-benar membutuhkan, termasuk masyarakat terdampak dan para pengungsi.
Bagi PTPN Group, penanganan bencana merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, perusahaan, lembaga sosial, dan masyarakat dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.
Rivai menyebut semangat gotong royong menjadi kunci dalam menghadapi situasi bencana. Bantuan yang dikirim dari Surabaya diharapkan menjadi bagian kecil dari upaya yang lebih besar untuk membantu masyarakat NTT melewati masa sulit.
“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat NTT dan menjadi bagian dari gotong royong untuk mempercepat pemulihan,” ujar Rivai.
Perjalanan 17 ton bantuan itu pada akhirnya bukan sekadar perjalanan logistik dari satu pelabuhan ke pelabuhan lain. Di balik setiap karung beras, gula, minyak goreng, dan selimut, ada pesan bahwa masyarakat yang sedang menghadapi bencana tidak berjalan sendirian.
PTPN Group berharap masyarakat NTT diberi kekuatan, keselamatan, dan ketabahan hingga dapat kembali bangkit dan memulihkan kehidupan mereka. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Dari Tanjung Perak ke Labuan Bajo, 17 Ton Bantuan PTPN I untuk Warga NTT
29 Agustus 2026
08:32
Ekonomi & Bisnis
Istighosah dan Santunan Anak Yatim, Cara Kebun Tembakau PTPN I Regional 5 Tebar Keberkahan
28 Agustus 2026
20:35
Hukum & Politik
Data 2.100 Anak Tidak Sekolah di Kota Kediri Diverifikasi, Pemkot Kejar Target Zero ATS
28 Agustus 2026
16:49
Hukum & Politik
X-Ray Portable Bawa Deteksi TB Lebih Dekat ke Warga Kota Kediri
28 Agustus 2026
16:43
Hukum & Politik
PSMTI Bangun Jembatan Gantung ke-270 di Jember, Buka Akses Warga yang Terputus Banjir
28 Agustus 2026
16:35