Detail Berita

Hukum & Politik

X-Ray Portable Bawa Deteksi TB Lebih Dekat ke Warga Kota Kediri

Pewarta : Siddik

28 Agustus 2026

16:43

Simulasi integrasi saat pelaksanaan tracing TB dengan CKG (foto : Siddik)

KOTA KEDIRI, enewsindo.co.id – Pemeriksaan tuberkulosis (TB) di Kota Kediri mulai dilakukan lebih dekat dengan masyarakat. Dinas Kesehatan Kota Kediri menggunakan perangkat X-ray portable dalam kegiatan penelusuran kasus TB untuk mempercepat pemeriksaan warga yang memiliki riwayat kontak dengan pasien TB.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, dr. Hamida, Sp.P, mengatakan pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari strategi menemukan kasus TB sedini mungkin. Layanan itu sekaligus diintegrasikan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

“Dengan masih tingginya kasus TB, diperlukan upaya untuk menemukan sebanyak mungkin kasus yang ada di masyarakat. Semakin banyak kasus yang ditemukan, semakin cepat kita bisa melakukan pengobatan sehingga penularan dapat dicegah,” kata Hamida, Kamis, 27 Agustus 2026.

Dinas Kesehatan menargetkan pemeriksaan di 50 locus yang tersebar pada sembilan puskesmas. Kegiatan dilakukan secara bertahap pada Agustus, September, hingga awal November 2026.

Sampai penghujung Agustus, tracing telah dilakukan di 12 lokasi. Setiap lokasi menargetkan sekitar 100 warga, terutama masyarakat yang pernah melakukan kontak dengan penderita TB.

Warga yang menjadi sasaran dikumpulkan di lokasi pemeriksaan. Mereka menjalani skrining TB, CKG, sekaligus pemeriksaan menggunakan X-ray portable. Dengan perangkat tersebut, pemeriksaan radiologi dapat dilakukan langsung di lokasi sasaran.

Model pelayanan ini membuat proses penemuan kasus menjadi lebih praktis. Warga yang berisiko tidak harus terlebih dahulu mendatangi fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan penunjang.

Dalam pelaksanaannya, Dinas Kesehatan melibatkan tenaga kesehatan dari puskesmas dan Dinas Kesehatan Kota Kediri. Radiografer dari RS Kilisuci turut dilibatkan untuk mendukung pemeriksaan X-ray.

Sejumlah peserta tracing diketahui memiliki hasil pemeriksaan yang mengarah pada dugaan TB. Hasil X-ray yang mencurigakan kemudian dikonsultasikan kepada dokter spesialis paru yang telah ditunjuk.

Jika pemeriksaan lanjutan memastikan diagnosis TB, pasien akan segera mendapatkan pengobatan melalui puskesmas.

Hamida mengatakan pendekatan tersebut penting karena kasus TB masih cukup tinggi. Di Kota Kediri, sebanyak 1.240 kasus TB ditemukan sejak Januari hingga Agustus 2026. Secara nasional, jumlah kasus baru TB diperkirakan mencapai sekitar 1,08 juta kasus setiap tahun.

Selain pemeriksaan aktif, Dinas Kesehatan mengingatkan masyarakat untuk mengenali gejala TB. Batuk yang berlangsung dua minggu atau lebih perlu diwaspadai. Gejala dapat disertai penurunan berat badan, hilangnya nafsu makan, demam berkepanjangan, serta keringat berlebih pada malam hari.

Penanganan TB, kata Hamida, tidak berhenti pada penemuan kasus. Pasien harus menjalani pengobatan hingga tuntas agar penyakit tidak semakin sulit ditangani dan risiko penularan kepada orang lain dapat dikurangi.

“Obat TB sudah disediakan secara gratis dan ditanggung pemerintah. Yang paling penting adalah kepatuhan pasien untuk menjalani pengobatan sampai tuntas. Dukungan keluarga dan lingkungan juga sangat diperlukan,” ujarnya.

Karena itu, pemerintah kelurahan, Bhabinkamtibmas, keluarga, dan masyarakat di sekitar pasien diharapkan ikut mengawasi keberlanjutan pengobatan.

Dinas Kesehatan Kota Kediri menargetkan pola deteksi aktif tersebut dapat mempersempit ruang penularan TB. Semakin cepat kasus ditemukan, semakin cepat pula pasien mendapatkan terapi dan semakin besar peluang memutus rantai penularan. (*)

Tags : #TB #KotaKediri #DinaKesehatanKotaKediri #enewsindoKediri

Ikuti Kami :

Komentar