Detail Berita
PSMTI Bangun Jembatan Gantung ke-270 di Jember, Buka Akses Warga yang Terputus Banjir
Pewarta : Yud
28 Agustus 2026
16:35
PMTI sedang mencoba Jembatan yang diresmikan oleh Bupati Jember Dr.Muhammad Fawaid (foto : Yudi)
JEMBER, enewsindo.co.id - Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) kembali menunjukkan kiprahnya dalam membantu masyarakat.
Kali ini, PSMTI membantu pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan Dusun Rejeb, Desa Sukowiryo, dengan Dusun Leces 1, Desa Sukojember, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember.
Jembatan sepanjang sekitar 60 meter dan lebar 1,2 meter itu diresmikan Bupati Jember Muhammad Fawait, Jumat 28 Agustus 2026. Pembangunan jembatan menjadi angin segar bagi warga yang sebelumnya kehilangan akses penghubung akibat diterjang banjir.
Jembatan semi permanen yang sebelumnya dibangun secara swadaya masyarakat hanyut terseret arus banjir pada Januari 2026. Kondisi tersebut membuat warga selama sekitar tujuh bulan harus menyeberangi sungai untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Mulai dari pergi ke sawah, mengantar anak sekolah, hingga kebutuhan lainnya harus dilakukan dengan melewati sungai. Kehadiran jembatan bantuan PSMTI kini membuat mobilitas warga kembali lebih mudah.
Bahkan, sepeda motor sudah bisa melintas di atas jembatan. Namun, penggunaannya harus bergantian karena lebar jembatan hanya 1,2 meter.
Koordinator Pembangunan Jembatan Gantung PSMTI Pusat Ricky Suharlim mengatakan, pembangunan jembatan di Jelbuk merupakan salah satu bentuk kepedulian PSMTI terhadap masyarakat yang membutuhkan akses.
Menurut Ricky, pembangunan jembatan tersebut diprioritaskan setelah PSMTI menerima permintaan bantuan dari masyarakat. Perhatian juga datang dari Letjen TNI (Purn.) A.M. Putranto yang merupakan putra daerah Jember sekaligus Dewan Kehormatan PSMTI Pusat.
Saat mengetahui adanya kebutuhan jembatan di kampung halamannya, Putranto disebut langsung memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut.
Ricky menegaskan bahwa kegiatan sosial dan kemanusiaan bukan hal baru bagi PSMTI. Organisasi tersebut selama ini telah menjalankan berbagai kegiatan sosial di sejumlah daerah.
"Kami sudah lama bergerak dalam bidang ini. Cuma selama ini senyap, karena kami berpedoman lakukan dengan ikhlas. Manusia yang bermanfaat adalah yang bisa memberikan manfaat kepada orang lain," ujar Ricky.
Ketua PSMTI Jawa Timur Pepeng Putra Wirawan mengatakan, pembangunan jembatan gantung merupakan bagian dari visi dan misi PSMTI dalam pengabdian kepada masyarakat.
Jembatan di Jelbuk, kata dia, menjadi jembatan gantung ke-270 yang diresmikan dalam rangkaian program pembangunan 1.000 jembatan PSMTI di seluruh Indonesia.
"Salah satu visi dan misi daripada PSMTI adalah pengabdian kepada masyarakat. Salah satunya adalah pembuatan jembatan gantung yang ada di Desa Sukowiryo," kata Pepeng.
Program tersebut menjadi bukti bahwa PSMTI tidak hanya bergerak dalam bidang sosial kemasyarakatan di wilayah perkotaan. Akses dasar masyarakat di daerah juga menjadi perhatian.
Sekretaris Umum PSMTI Peng Suyoto menambahkan, pembangunan jembatan dilakukan bersama Vertical Rescue Indonesia (VRI). Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat di daerah yang masih memiliki keterbatasan akses.
PSMTI, kata Peng, tidak ingin pembangunan jembatan di Jelbuk menjadi yang terakhir. Pihaknya akan terus berkolaborasi dengan VRI untuk membantu pembangunan jembatan di daerah lain yang membutuhkan.
"Kalau motor lewat satu, kalau anak-anak juga jangan sekalian karena ada standarnya," ujarnya.
Karena itu, Peng meminta masyarakat bersama pemerintah desa ikut merawat jembatan. Penggunaan sesuai kapasitas juga penting agar jembatan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Sementara, Bupati Jember Muhammad Fawait mengapresiasi langkah PSMTI yang membantu membuka kembali akses warga di Jelbuk. Ia menyampaikan terima kasih kepada A.M. Putranto dan jajaran PSMTI yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat Jember.
Bahkan, Gus Fawait mengaku membatalkan agenda sebagai pembicara dalam pembekalan wisuda di Universitas Airlangga Surabaya demi menghadiri peresmian jembatan tersebut.
"Karena Jenderal (A.M. Putranto) dan Bapak-bapak (pengurus PSMTI) datang ke Jember untuk bantu rakyat saya, saya cancel Pak. Saya (memilih) datang ke tempat ini," ungkapnya.
Menurut Gus Fawait, pembangunan jembatan tersebut merupakan bentuk nyata kolaborasi untuk membuka akses masyarakat yang sebelumnya terputus akibat bencana.
Dia berharap kolaborasi antara Pemkab Jember dan PSMTI dapat terus berlanjut. Bahkan, peluang pembangunan jembatan lain di Jember masih terbuka.
"Insyaallah ada dua jembatan. Mudah-mudahan bisa lebih banyak lagi jembatannya," ujar Gus Fawait.
Selain di Desa Sukowiryo, PSMTI juga membangun jembatan gantung di Desa Kemuningsari Lor, Kecamatan Panti. Jembatan tersebut dijadwalkan diresmikan pada hari yang sama selepas salat Jumat.
Dua jembatan tersebut menjadi bagian dari kiprah sosial PSMTI dalam membuka akses masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong di daerah. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Data 2.100 Anak Tidak Sekolah di Kota Kediri Diverifikasi, Pemkot Kejar Target Zero ATS
28 Agustus 2026
16:49
Hukum & Politik
X-Ray Portable Bawa Deteksi TB Lebih Dekat ke Warga Kota Kediri
28 Agustus 2026
16:43
Hukum & Politik
PSMTI Bangun Jembatan Gantung ke-270 di Jember, Buka Akses Warga yang Terputus Banjir
28 Agustus 2026
16:35
Hukum & Politik
Bupati Nias Selatan Hadiri Rakor Percepatan Penurunan Stunting Regional Sumatera
28 Agustus 2026
13:19
Hukum & Politik
Polres Sampang Rangkul Pers dan Aktivis Jaga Kondusivitas Kamtibmas
28 Agustus 2026
09:40