Detail Berita
PTPN I Perkuat Kemitraan Lahan Tembakau di Jember, Dorong Kesejahteraan Petani
Pewarta : Evelyne
09 Juli 2026
16:40
Petani Tembakau di salah satu ladang yang berada di Ajung Jember (foto : Evelyne)
JEMBER, enewsindo.co.id – PTPN I (Persero) memperkuat kemitraan dengan petani pemilik lahan di Desa Ajong, Kabupaten Jember, Jawa Timur, sebagai bagian dari pengembangan budidaya Tembakau Bawah Naungan (TBN) berorientasi ekspor sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui skema agribisnis yang inklusif.
Direktur Utama PTPN I, Abdul Rivai Ras, mengatakan kemitraan tersebut merupakan implementasi peran BUMN dalam memberdayakan masyarakat sekaligus menjaga daya saing komoditas tembakau premium Indonesia di pasar internasional.
"Kolaborasi agribisnis di Ajong dirancang sebagai model bisnis yang inklusif dan berkelanjutan. PTPN I memperkuat posisi di pasar global melalui TBN, sementara petani memperoleh manfaat ekonomi dari aset lahannya," kata Rivai dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (9/7/2026)
Menurut dia, melalui skema tersebut PTPN I menyewa lahan persawahan milik warga secara kompetitif untuk budidaya tembakau ekspor dengan sistem rotasi komoditas. Selama masa kerja sama, pemilik lahan tetap dilibatkan dalam kegiatan budidaya sehingga memperoleh dua sumber pendapatan, yakni kompensasi sewa lahan dan upah kerja.
Ia menjelaskan model kemitraan itu juga memberikan kepastian finansial bagi petani karena pembayaran sewa dilakukan sebelum musim tanam dimulai. Di sisi lain, hak kepemilikan lahan tetap berada pada petani sehingga mereka tetap memiliki akses terhadap asetnya.
"Petani tidak hanya membutuhkan kepastian hasil dan keamanan aset, tetapi juga peningkatan kapasitas. Melalui program ini mereka memperoleh kesempatan belajar teknologi pertanian modern, termasuk konsep smart farming berbasis science farming, sehingga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pada masa mendatang," ujarnya.
PTPN I menilai pola kemitraan tersebut berpotensi menjadi model pengembangan agribisnis nasional karena mengintegrasikan kepentingan korporasi dan masyarakat dalam satu rantai pasok yang saling menguntungkan.
Salah seorang petani Desa Ajong, Supardi (48), mengaku merasakan manfaat langsung dari program tersebut. Selain menerima pembayaran sewa lahan di awal musim, dirinya tetap bekerja mengelola sawah dengan memperoleh upah harian.
"Kompensasi sewa yang dibayarkan di depan membantu memenuhi kebutuhan keluarga dan menjadi modal untuk musim tanam berikutnya. Kami juga tetap bekerja di lahan sendiri sehingga penghasilan bertambah," katanya.
PTPN I menyebut antusiasme masyarakat terhadap program kemitraan terus meningkat. Dalam setiap musim tanam, ratusan hingga ribuan hektare lahan persawahan di Desa Ajong terlibat dalam kerja sama budidaya tembakau bawah naungan.
Melalui penguatan kemitraan tersebut, perusahaan berharap dapat menjaga keberlanjutan pasokan tembakau premium untuk pasar ekspor sekaligus memperluas dampak ekonomi bagi petani dan masyarakat sekitar di Kabupaten Jember. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Polres Sampang Amankan 12 Terduga Pelaku Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak, 15 Orang Masih Diburu
9 Juli 2026
16:47
Ekonomi & Bisnis
PTPN I Perkuat Kemitraan Lahan Tembakau di Jember, Dorong Kesejahteraan Petani
9 Juli 2026
16:40
Ekonomi & Bisnis
Tradisi Budidaya Tembakau Besuki Terus Dijaga, PTPN I Regional 5 Perkuat Industri Hilir
8 Juli 2026
13:37
Hukum & Politik
Viral Dugaan Limbah Tetes, PT Energi Agro Nusantara: Bukan Limbah, Melainkan Pupuk Hayati
8 Juli 2026
12:54
Ekonomi & Bisnis
Wisata dan Ekonomi Tumbuh, Banyuwangi Catat Kunjungan Penumpang Kereta Tertinggi di Daop 9
8 Juli 2026
09:39