Detail Berita

Ekonomi & Bisnis

Wisata dan Ekonomi Tumbuh, Banyuwangi Catat Kunjungan Penumpang Kereta Tertinggi di Daop 9

Pewarta : Hakim Said

08 Juli 2026

09:39

Suasana Penumpang di Stasiun Banyuwangi (foto : Hakim Said)

BANYUWANGI, enewsindo.co.id  – Pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi di Kabupaten Banyuwangi terus mendorong peningkatan mobilitas masyarakat.

Selama Semester I 2026, Banyuwangi menjadi daerah dengan jumlah kunjungan penumpang kereta api tertinggi di wilayah operasional PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember.

Berdasarkan data KAI Daop 9 Jember, sepanjang Januari hingga Juni 2026 jumlah penumpang naik dan turun di seluruh wilayah operasional mencapai 3.510.000 orang. Angka tersebut meningkat 6,18 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebanyak 3.306.801 penumpang.

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember Cahyo Widiantoro mengatakan, total penumpang tersebut terdiri atas sekitar 1,748 juta penumpang naik dan 1,762 juta penumpang turun.

"Jumlah tersebut meningkat 6,18 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 3.306.801 pelanggan," kata Cahyo di Stasiun Banyuwangi Kota, Senin (6/7).

Menurut Cahyo, peningkatan jumlah penumpang terjadi di seluruh kabupaten yang berada di wilayah operasional Daop 9, yang meliputi Kabupaten Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember, dan Banyuwangi. Namun, Banyuwangi mencatat jumlah kunjungan penumpang tertinggi.

Selama Semester I 2026, stasiun-stasiun di Kabupaten Banyuwangi melayani sekitar 1,7 juta penumpang atau meningkat 8,09 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Stasiun Banyuwangi Kota menjadi stasiun dengan aktivitas penumpang tertinggi di daerah tersebut, yakni melayani 505.851 pelanggan.

"Tumbuhnya sektor pariwisata dan ekonomi menjadi faktor tingginya aktivitas kunjungan ke Banyuwangi," ujarnya.

Setelah Banyuwangi, Kabupaten Jember menjadi wilayah dengan jumlah penumpang terbesar kedua. Sepanjang Semester I 2026, stasiun-stasiun di Jember melayani sekitar 1,44 juta penumpang atau meningkat 4,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, Kabupaten Probolinggo mencatat 189.636 penumpang atau naik 4,74 persen. Di Kabupaten Lumajang, jumlah penumpang mencapai 86.633 orang atau relatif stabil dibandingkan Semester I 2025.

Adapun Kabupaten Pasuruan mencatat pertumbuhan penumpang tertinggi secara persentase, yakni 19,20 persen dengan total 85.172 pelanggan.

"Pertumbuhan tertinggi terjadi di Kabupaten Pasuruan, yakni 19,20 persen dengan total 85.172 pelanggan," tutur Cahyo.

Peningkatan jumlah penumpang di wilayah Daop 9 menunjukkan semakin tingginya mobilitas masyarakat di kawasan tapal kuda Jawa Timur.

Di sisi lain, capaian Banyuwangi memperkuat posisi daerah tersebut sebagai salah satu destinasi wisata sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi yang terus berkembang di ujung timur Pulau Jawa. (*)

Tags : #Daop9 Banyuwangi #PertumbuhanEkonomi #enewsindoBanyuwangi

Ikuti Kami :

Komentar