Detail Berita

Pendidikan & Teknologi

Ribuan Jamaah Shalat Idul Adha di Ponpes Al Islah Bondowoso, 894 Hewan Kurban Disembelih

Pewarta : Eko

27 Mei 2026

13:25

Ribuan Jamaah Sholat Id di Ponpes As Islah Bondowoso (Foto : Eko)

BONDOWOSO, enewsindo.co.id – Ribuan jamaah memadati lapangan Pondok Pesantren Al Islah di Desa Dadapan, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, untuk melaksanakan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026).

Pelaksanaan shalat Id yang dimulai pukul 06.15 WIB itu juga dihadiri puluhan jamaah asal Singapura yang datang untuk menyaksikan penyembelihan hewan kurban di lingkungan pesantren.

Pada Idul Adha tahun ini, panitia mencatat sebanyak 807 ekor kambing dan 87 ekor sapi disembelih. Di antara hewan kurban tersebut terdapat seekor sapi bantuan Presiden Prabowo Subianto serta sapi kurban dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Dalam khutbahnya, Gus Yasin mengatakan ibadah kurban merupakan simbol untuk melawan egoisme dan keserakahan, sekaligus menumbuhkan sikap ikhlas sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS.

“Penyembelihan hewan kurban ini sebagai simbol melawan egoisme, melawan keserakahan, serta mengaktualisasikan sikap ikhlas,” kata Gus Yasin.

Ia juga mengingatkan bahwa pada momentum Idul Adha, jutaan umat Islam di seluruh dunia tengah menjalani wukuf di Arafah sebagai puncak ibadah haji.

“Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi,” ujarnya.

Selain itu, Gus Yasin menyinggung keutamaan puasa Arafah yang dijalankan umat Islam sebelum Hari Raya Idul Adha “Itu menghapus dosa setahun lalu,” katanya.

Menurut dia, rasa lapar saat menjalankan puasa Arafah menjadi pengingat agar umat Islam memiliki empati terhadap jamaah haji yang sedang berada di Arafah.

Dalam ceramahnya, Gus Yasin juga mengulas peristiwa Haji Wada atau haji perpisahan Rasulullah SAW yang dihadiri sekitar seratus ribu sahabat. Saat itu, kata dia, turun Surah Al-Maidah yang menandakan agama Islam telah disempurnakan.

“Abu Bakar menangis karena merasa tugas Rasulullah selesai dan takut ditinggal Rasulullah,” ujarnya.

Ia turut mengingatkan pentingnya umat Islam memperhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi agar benar-benar halal. “Apa yang masuk dalam tubuh harus halal, mari kita renungkan,” kata dia.

Terkait jumlah hewan kurban yang menurun dibandingkan tahun sebelumnya, Gus Yasin mengajak jamaah untuk melakukan introspeksi diri.

“Apa karena dosa dan kelalaian,” ucapnya.

Sementara itu, Ustadz Zul dari Singapura mengatakan penurunan jumlah hewan kurban di Al Islah terjadi karena sebagian muslim Singapura menyalurkan kurban ke sejumlah daerah lain di Jawa Timur.

Meski demikian, ia optimistis jumlah hewan kurban di Pondok Pesantren Al Islah akan kembali meningkat pada tahun mendatang.

“Kami sudah berkurban di Al Islah sejak 1999, sudah 27 tahun,” kata Ustadz Zul. (*) 

Tags : #PonpesAlIslah #Bondowoso #SholatId #IdulAdha #Kurban #JamaahSingapura

Ikuti Kami :

Komentar