Detail Berita

Hukum & Politik

Arus Balik Lebaran di Ketapang Capai Puncak, Operasional Penyeberangan Diperkuat

Pewarta : Imam

30 Maret 2026

09:06

Antrean kendaraan roda empat memadati area Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, saat puncak arus balik Lebaran 2026 menuju Pelabuhan Gilimanuk (Imam)

BANYUWANGI, enewsindo.co.id - Arus balik Lebaran 2026 di lintasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, Kabupaten Banyuwangi, memasuki puncak, terlihat volume kendaraan memadati pelabuhan dan jalur arteri menuju Pelabuhan Ketapang, Minggu (29/3/2026).

Ribuan kendaraan, didominasi sepeda motor dan mobil pribadi, terpantau mulai berdatangan sejak pagi hari. Kepadatan terjadi secara bertahap, namun masih dalam kondisi terkendali berkat pengaturan lalu lintas dan kesiapan armada penyeberangan.

Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Pasma Royce bersama Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono turun langsung memantau situasi di lapangan. Pemantauan dilakukan melalui udara dan dilanjutkan dengan rapat koordinasi bersama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) serta pemangku kepentingan terkait.

“Kami mengantisipasi potensi lonjakan kendaraan, khususnya arus balik dari Jawa ke Bali,” ujar Pasma Royce.

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono menyampaikan bahwa kondisi arus balik hingga saat ini masih terkendali. Sejumlah lokasi penyangga (buffer zone) seperti Bulusan, Pusri, dan Terminal Sritanjung belum terisi penuh.

“Pengaturan dilakukan dengan penambahan kapal dan penerapan skema Tiba Bongkar Berangkat (TBB) agar tidak terjadi kemacetan, termasuk untuk kendaraan logistik,” katanya.

Sementara itu, General Manager ASDP Ketapang Arief Eko mengatakan operasional penyeberangan berjalan sesuai skenario yang telah disiapkan. Sebanyak 33 kapal dioperasikan untuk melayani penyeberangan, dengan sebagian dermaga menerapkan pola TBB guna mempercepat pergerakan kapal.

Berdasarkan data ASDP, sekitar 52 persen kendaraan telah diseberangkan ke Bali, sedangkan 48 persen lainnya masih berada di sisi Jawa menunggu giliran. Angka tersebut meningkat sekitar 4 hingga 6 persen dibandingkan periode arus balik tahun sebelumnya.

ASDP memperkirakan puncak arus balik terjadi hingga 29 Maret 2026. Namun demikian, masa siaga penyeberangan diperpanjang hingga 5 April guna mengantisipasi lonjakan susulan, terutama menjelang libur nasional pada 3 April.

Pihak terkait mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi arahan petugas di lapangan demi kelancaran dan keselamatan selama perjalanan arus balik. (*)

Tags : #ArusBalik2026 #KetapangGilimanuk #MudikLebaran #Banyuwangi #ASDP #Transportasi #Lebaran2026 #enewsindo

Ikuti Kami :

Komentar