Detail Berita
Longsor Mengisolasi Warga, Bupati Nias Selatan Prioritaskan Buka Akses Jalan
Pewarta : Adil
12 Agustus 2026
13:21
Bupati Nias Selatan Sokhiatulo di rapat koordinasi terkait Longsor (Foto : Istimewa)
NIAS SELATAN, enewsindo.co.id – Pemerintah Kabupaten Nias Selatan bergerak cepat menangani dampak tanah longsor yang memutus akses utama masyarakat di Desa Taluzusua, Kecamatan Siduaori.
Bupati Nias Selatan Sokhiatulo Laia memimpin langsung Rapat Koordinasi Tanggap Darurat Bencana Tanah Longsor yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nias Selatan di Aula Kantor Bupati Nias Selatan, Jalan Sorake Km 5, Teluk Dalam, Selasa (10/8/2026).
Rapat tersebut digelar sebagai langkah konsolidasi lintas sektor setelah longsor menerjang Desa Taluzusua pada Sabtu (8/8/2026). Material longsor menyebabkan akses jalan utama terputus dan berdampak terhadap mobilitas warga, distribusi kebutuhan pokok, pelayanan pemerintahan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat di sejumlah wilayah terdampak.
Bupati Sokhiatulo menegaskan, penanganan bencana tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Seluruh unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga pemerintah di tingkat kecamatan dan desa harus bergerak dalam satu komando.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. BPBD bersama TNI, Polri, pemerintah kecamatan, dan desa harus terus memantau kondisi di lapangan guna mengantisipasi potensi longsor susulan,” tegas Sokhiatulo.
Menurut dia, pembukaan kembali akses jalan menjadi pekerjaan yang harus dipercepat. Perangkat daerah teknis diminta segera membersihkan material longsor dengan dukungan alat berat.
“Kalau diperlukan, jalur alternatif yang aman harus segera disiapkan. Jangan sampai masyarakat kesulitan mendapatkan kebutuhan pangan, obat-obatan maupun BBM,” ujarnya.
Mewakili Forkopimda, Dandim 0213/Nias Letkol Inf. Indra Rukmana menyatakan kesiapan jajaran TNI untuk mendukung penanganan kondisi darurat di lapangan.
Hasil rapat kemudian menetapkan tujuh langkah strategis. Pertama, penetapan status tanggap darurat serta kaji cepat untuk memetakan kerusakan infrastruktur dan permukiman warga.
Kedua, mobilisasi alat berat seperti excavator dan loader ke titik longsor, terutama Desa Taluzusua, melalui koordinasi Dinas PUTR dengan TNI dan Polri.
Ketiga, pengamanan serta rekayasa lalu lintas dengan menyiapkan jalur alternatif, rambu peringatan dan evakuasi warga dari zona rawan longsor susulan.
Keempat, pemenuhan kebutuhan logistik melalui pendirian dapur umum dan distribusi bantuan bahan pokok bagi masyarakat di enam kecamatan terdampak apabila diperlukan.
Kelima, Dinas Kesehatan dan RSUD Nias Selatan diminta menyiagakan tim medis bergerak, ambulans darurat dan obat-obatan untuk wilayah yang terisolasi.
Keenam, jaringan listrik dan komunikasi juga menjadi perhatian. PT PLN (Persero) Cabang Nias Selatan diminta memastikan pasokan listrik di wilayah terdampak tetap berjalan stabil.
Ketujuh, seluruh operasional penanganan bencana dipusatkan melalui Posko Utama BPBD Kabupaten Nias Selatan dengan pelaporan secara berkala kepada Bupati.
“Semua perangkat daerah harus bekerja solid. Pembagian tugas harus jelas dan setiap perkembangan di lapangan segera dilaporkan agar keputusan dapat diambil dengan cepat,” kata Sokhiatulo.
Rapat tersebut turut dihadiri Pj. Sekretaris Daerah Nias Selatan Amsarno S. Sarumaha, S.H., M.H., CGCAE., para Staf Ahli Bupati, Kepala BPBD Nias Selatan Revival Nache, S.Hut., M.M., unsur Forkopimda serta para kepala OPD di lingkungan Pemkab Nias Selatan.
Pemerintah daerah memastikan penanganan bencana terus dipantau hingga akses masyarakat kembali normal dan kebutuhan dasar warga di wilayah terdampak dapat terpenuhi. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Longsor Mengisolasi Warga, Bupati Nias Selatan Prioritaskan Buka Akses Jalan
12 Agustus 2026
13:21
Hukum & Politik
Peredaran Rokok Ilegal di Jember Jadi Perhatian, Bea Cukai Ungkap Hampir 10 Juta Batang Diamankan
12 Agustus 2026
12:25
Hukum & Politik
Diskominfo Jember Dorong Media Perkuat Branding Positif Daerah
12 Agustus 2026
11:57
Pendidikan & Teknologi
Tak Ingin Ada Anak Tertinggal, Nias Selatan Susun Strategi Wajib Belajar Prasekolah hingga 2029
11 Agustus 2026
19:53
Ekonomi & Bisnis
Dekom PTPN I Turun ke Kebun, Tembakau Jember Masih Jadi Andalan
11 Agustus 2026
19:38