Detail Berita

Pendidikan & Teknologi

Tak Ingin Ada Anak Tertinggal, Nias Selatan Susun Strategi Wajib Belajar Prasekolah hingga 2029

Pewarta : Adil

11 Agustus 2026

19:53

Bunda PAUD Nias Selatan membuka acara (foto : Adil )

NIAS SELATAN, enewsindo.co.id – Pemerintah Kabupaten Nias Selatan mulai menyusun strategi untuk memastikan seluruh anak mendapatkan layanan pendidikan prasekolah. Upaya itu diwujudkan melalui kegiatan Penyusunan Desain/Rancangan Implementasi Wajib Belajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah hingga 2029.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Bunda PAUD Kabupaten Nias Selatan. Penyusunan rancangan ini diarahkan menjadi pijakan pemerintah daerah dalam memperluas jangkauan sekaligus meningkatkan kualitas layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Bunda PAUD Nias Selatan mengatakan, pemerataan pendidikan tidak cukup dimulai ketika anak memasuki sekolah dasar. Fondasi pendidikan justru perlu dibangun sejak usia dini agar anak memiliki kesiapan mengikuti proses pembelajaran pada jenjang berikutnya.

“Memberikan layanan pendidikan yang berkualitas sejak sebelum memasuki Sekolah Dasar bukan lagi menjadi pilihan, melainkan sebuah kebutuhan dan tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Menurut dia, Wajib Belajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah menjadi langkah strategis untuk memberikan kesempatan yang sama kepada anak untuk belajar, bermain, tumbuh, dan berkembang secara optimal.

Persoalan akses menjadi salah satu perhatian dalam penyusunan desain tersebut. Pemerintah dituntut memastikan layanan PAUD tidak hanya terpusat di wilayah tertentu, tetapi dapat menjangkau anak-anak hingga ke desa-desa.

Selain akses, peningkatan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan, penguatan PAUD Holistik Integratif (PAUD HI), ketersediaan sarana dan prasarana, pembiayaan, serta keterlibatan keluarga juga menjadi bagian penting yang harus disiapkan.

Bunda PAUD menilai target tersebut membutuhkan kerja bersama. Pemerintah daerah, perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, satuan pendidikan, organisasi profesi, dunia usaha, mitra pembangunan, hingga keluarga memiliki peran masing-masing.

“Implementasi Wajib Belajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah harus menjadi gerakan bersama, sehingga tidak ada satu pun anak usia prasekolah yang tertinggal dari layanan pendidikan yang bermutu,” tegasnya.

Ia berharap desain implementasi yang disusun hingga 2029 tidak berhenti sebagai dokumen administratif. Rancangan tersebut harus mampu diterjemahkan menjadi program yang realistis, terukur, dan dapat dilaksanakan di lapangan.

Perhatian juga diarahkan pada masa transisi anak dari PAUD menuju sekolah dasar. Menurutnya, transisi tersebut harus berlangsung secara menyenangkan dengan membangun enam kemampuan fondasi anak.

“Mari kita wujudkan transisi dari PAUD ke SD yang menyenangkan, membangun enam kemampuan fondasi anak, serta mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia Tahun 2045,” katanya.

Bunda PAUD juga menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini, Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Selatan, seluruh perangkat daerah, mitra pembangunan, serta pihak lainnya yang mendukung kegiatan tersebut.

Pembukaan kegiatan ditandai dengan pemukulan mikrofon sebanyak tiga kali setelah Bunda PAUD memohon penyertaan Tuhan Yang Maha Esa.

Dengan mengusung semangat “Satu Tim, Satu Tujuan, Wujudkan PAUD Bermutu untuk Semua”, penyusunan rancangan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan layanan PAUD yang lebih merata dan berkualitas di Kabupaten Nias Selatan. (*)

Tags : #BundaNiasSelatan #PemkabNiasSelatan #enewsindoNiasSelatan

Ikuti Kami :

Komentar