Detail Berita

Ekonomi & Bisnis

Dekom PTPN I Turun ke Kebun, Tembakau Jember Masih Jadi Andalan

Pewarta : Evelyne

11 Agustus 2026

19:38

Kunjungan Dewan Komisaris PTPN I Sutan Adil Hendra

JEMBER, enewsindo.co.id – Masa depan tembakau Jember kembali mendapat perhatian serius. Dewan Komisaris (Dekom) PTPN I bersama jajaran direksi dan Regional 5 turun langsung meninjau kebun tembakau serta sejumlah aset perusahaan, Selasa (11/8/2026).

Kunjungan tersebut bukan sekadar melihat kondisi tanaman. Ada dua hal besar yang menjadi perhatian. Yakni memastikan aset perusahaan yang memiliki nilai ekonomi dan sosial tetap mendapat kajian matang, serta melihat langsung potensi tembakau sebagai komoditas yang masih menjanjikan.

Dekom PTPN I Sutan Adil Hendra menjadi salah satu pejabat yang mengikuti peninjauan tersebut. Bersama jajaran komisaris, direksi, dan manajemen Regional 5, rombongan melihat kondisi TBN VI Penataran Renes Kidul 5.

Salah satu perhatian Dekom adalah aset rumah sakit yang sebelumnya masuk dalam rencana penghapusan. Menurut Sutan, keputusan terhadap aset tersebut tidak boleh dilakukan terburu-buru.

Nilai ekonomi dan manfaat sosial yang diberikan kepada masyarakat menjadi pertimbangan penting sebelum menentukan langkah berikutnya.

“Situasinya akan kami pelajari lebih lanjut untuk memahami mengapa aset yang memiliki nilai ekonomi dan sosial tinggi harus dilepas. Ini akan didiskusikan dengan Holding untuk mencari solusi terbaik,” ujar Sutan.


Tak kalah menarik, kondisi tanaman tembakau di kebun yang dikunjungi justru memberikan optimisme. Tanaman terlihat subur. Padahal, sebelumnya lahan tersebut digunakan untuk budidaya padi.

Bagi Sutan, tembakau bukan hanya perkara komoditas perkebunan. Di balik tanaman tersebut terdapat mata pencaharian dan perputaran ekonomi masyarakat yang selama ini bergantung pada aktivitas perkebunan.

“Tembakau ini menjadi harapan komunitas. Karena itu harus dipelajari secara serius,” tegasnya.

Ia menilai pengembangan tembakau harus dilakukan dari hulu hingga hilir. Mulai ketersediaan lahan, persemaian, budidaya, proses pengeringan, hingga pemasaran.

Persoalan lahan juga menjadi bagian penting yang dibahas. Terlebih terdapat lahan yang dikelola melalui mekanisme sewa. Tata kelola lahan dinilai perlu terus disempurnakan agar memberikan kepastian bagi perusahaan sekaligus mendukung keberlanjutan budidaya.

Sutan juga menekankan pentingnya memastikan pasar. Sebab, produksi yang tinggi tidak akan memberikan hasil optimal tanpa dukungan pasar yang mampu menyerap komoditas tembakau. “Harus menjalin market atau pasar,” katanya.

Sementara itu, General Manager (GM) Kebun Tembakau PTPN I Regional 5 Syaifuddin Zuhri menyambut positif kunjungan jajaran komisaris tersebut. Menurutnya, kehadiran Dekom menjadi bentuk dukungan terhadap keberlangsungan kebun tembakau.

Kebun tembakau, kata dia, selama ini memiliki peran penting dalam menyerap tenaga kerja sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.

“Kami berharap Kebun Tembakau PTPN I memberikan manfaat yang lebih luas dan lebih banyak lagi bagi perekonomian masyarakat di sekitar wilayah kebun,” ujarnya.

Syaifuddin menyebut kawasan yang turut merasakan dampak ekonomi aktivitas perkebunan tembakau antara lain Ajung, Kertosari, Mumbulsari, Jenggawah, hingga Rambipuji.

Ia menambahkan, keberadaan kebun tembakau juga menjadi bagian penting dalam mempertahankan Jember sebagai salah satu daerah penghasil tembakau cerutu dunia.

Kunjungan Dekom tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus penegasan bahwa pengelolaan aset dan komoditas tembakau membutuhkan strategi jangka panjang. Bukan hanya mengejar keuntungan perusahaan, tetapi juga memastikan manfaat ekonomi dan sosialnya tetap dirasakan masyarakat. (*)

Tags : #KebunTembakauJember #PTPNIRegional5 #DewanKomisaris #KabupatenJember #enewsindoJember #SyaifuddinZuhri

Ikuti Kami :

Komentar