Detail Berita

Hukum & Politik

Pekerja Kebun PTPN XII Gelar Aksi Tagih Peran Negara di Konflik Lahan JCE - Blawan

Pewarta : Eko

06 Januari 2026

12:45

Ribuan Pekerja Kebun PTPN XII Gelar Aksi di depan Pemkab Bondowoso tagih peran negara dalam Konflik lahan JCE dan Blawan, 6 Januari 2025 (foto : Eko)

BONDOWOSO, enewsindo.co.id - Ribuan pekerja yang tergabung dalam Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara XII (SPBUN NXII) turun ke jalan, menggelar aksi solidaritas damai di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Selasa pagi (6/1/2025).

Aksi tersebut menjadi luapan keprihatinan pekerja atas konflik lahan di wilayah Kebun Java Coffee Estate (JCE) dan Blawan yang tak kunjung tuntas sejak September 2023. Hingga memasuki akhir 2025, konflik itu justru meninggalkan jejak kerusakan masif terhadap aset negara milik PTPN I Regional 5.

Para pekerja mencatat, ratusan ribu pohon kopi ditebang, tanaman penaung dirusak, dan lahan kebun dikuasai secara ilegal. Dampaknya bukan hanya menggerus produksi, tetapi juga menciptakan rasa tidak aman di kalangan karyawan yang setiap hari bekerja di kawasan konflik.

Situasi kian memburuk sepanjang 2025. Sejumlah aksi kekerasan dilaporkan terjadi. Dua rumah dinas berstatus cagar budaya Kabupaten Bondowoso dibakar. Kendaraan milik karyawan dirusak. Bangunan kantor afdeling hingga fasilitas sosial berupa posyandu tak luput dari amuk perusakan.

Tekanan semakin terasa dengan penutupan akses jalan menuju Afdeling Kaligedang. Sejak 13 November 2025, berdirinya posko sakera disebut menghambat mobilitas pekerja sekaligus melumpuhkan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat sekitar kebun.

Ketua SPBUN NXII Bramantyo menegaskan, aksi tersebut merupakan aspirasi murni para pekerja yang menuntut kehadiran negara. Mereka mendesak perlindungan hukum dan jaminan keamanan agar dapat bekerja secara layak.

“Konflik yang dibiarkan berlarut-larut akan memicu dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas di Bondowoso. Kami ingin bekerja dengan tenang, aman, dan bermartabat. Ini seruan agar hukum ditegakkan secara adil dan tegas,” ujarnya.

Menariknya, aksi tersebut juga dibalut kegiatan simpatik. Peserta membersihkan sampah di sekitar lokasi aksi, membagikan bunga kepada pengguna jalan, serta menyebarkan barcode berisi tautan informasi dan pemberitaan konflik sebagai upaya edukasi publik. Aksi ditutup dengan salawat bersama, sebagai doa agar konflik segera diselesaikan secara damai dan berkeadilan.

Manajemen PTPN I Regional 5 menyatakan menghargai aksi damai tersebut. Kepala Bagian Sekretariat dan Umum PTPN I Regional 5 R. I. Setiyobudi menegaskan, penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional warga negara.

“Manajemen menghargai aksi ini sebagai bentuk empati terhadap pekerja kebun kopi di Ijen. Saat ini mereka bekerja dalam kondisi tidak nyaman akibat adanya persekusi oleh oknum tidak dikenal,” kata Setiyobudi.

Ia menambahkan, aksi solidaritas itu juga dimaknai sebagai dukungan moral kepada pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk menegakkan hukum, mengamankan aset negara, sekaligus menjaga citra Bondowoso sebagai daerah penghasil kopi.

Melalui aksi tersebut, SPBUN NXII berharap Pemkab Bondowoso bersama aparat penegak hukum segera mengambil langkah konkret. Tanpa penyelesaian tegas, konflik JCE dan Blawan dikhawatirkan terus memicu kerusakan lingkungan, gangguan sosial, serta instabilitas ekonomi daerah.

Tags : #Konflik Lahan #PTPN XII #Aksi Buruh #Perkebunan Negara #Bondowoso #SPBUN NXII #Viral #PTPN 1 Regional 5 #Java Coffee Estate #Blawan #Penegakan Hukum Aset Negara #Serikat Pekerja

Ikuti Kami :

Komentar