Detail Berita
PGRI Banyuwangi Memanas, Eyang Kakung Pilih Jalan Musyawarah
Pewarta : Redaksi
20 Juli 2025
07:03
Foto ketika eyang Kakung musyawarah terkait permasalahan banner. Sabtu, 19 Juli 2025 (Foto : Hanif
BANYUWANGI, enewsindo.co.id - Suasana di Kantor Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Banyuwangi, Jalan Ahmad Yani, pada Sabtu (19/7/2025) malam sedikit memanas. Setelah siang harinya berlangsung pelantikan kepengurusan PGRI versi H. M. Sodiq, malam harinya muncul ketegangan terkait pemasangan banner ucapan selamat dari pengurus PGRI yang baru saja menyelenggaran konferensi dan diduga tidak mencapai quorum, versus PGRI di bawah kepemimpinan ketua Sudarman alias Eyang Kakung.
Peristiwa ini terjadi di lantai atas kantor PGRI. Banner ucapan selamat kepada pengurus baru yang baru saja dilantik pada siang harinya, tertutup oleh banner kegiatan yang dipasang oleh tim pengurus PGRI di bawah kepemimpinan Sudarman. Hal ini menimbulkan ketegangan, karena dua orang dari pihak pengurus baru datang dan menyatakan keberatan atas pemasangan banner tersebut.
Mereka menilai bahwa penutupan banner pelantikan yang baru berlangsung beberapa jam sebelumnya merupakan bentuk tidak menghormati proses pelantikan dan pengakuan pengurus yang sah. Namun, menurut pihak pengurus lama, pemasangan banner malam itu murni sebagai ucapan selamat dan bagian dari kegiatan internal organisasi.
“Saya terbuka dan bersedia mengundurkan diri secara terhormat apabila memang terbukti bersalah dalam menjalankan roda organisasi,” ujar Sudarman dengan nada tenang kepada media yang hadir. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki niat konfrontatif dan selalu mengedepankan musyawarah mufakat dalam menyikapi dinamika internal PGRI.
“Namun hingga malam ini, seluruh pengurus yang selama ini bersama saya tetap solid dan mendukung saya untuk menuntaskan masa jabatan hingga 2029 sesuai SK yang masih berlaku,” tambah Sudarman.
Meskipun sempat terjadi ketegangan, situasi malam itu tidak berkembang menjadi insiden fisik. Kedua belah pihak memilih untuk menahan diri, dan sejumlah tokoh pendidikan yang hadir turut mengimbau agar perbedaan pandangan diselesaikan secara organisasi dan sesuai mekanisme yang ada.

"Foto salah satu banner yang dipermasalahkan."
Peristiwa ini menjadi sorotan di tengah dinamika internal PGRI Kabupaten Banyuwangi. Sebagian guru berharap agar kedua belah pihak dapat menempuh jalan damai dan menomorsatukan kepentingan pendidikan di atas ego kelompok.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Sodiq selaku pengurus baru terkait insiden tersebut. Namun, sejumlah sumber menyebut bahwa komunikasi antar pihak masih terus diupayakan demi menjaga marwah organisasi guru terbesar di tanah air ini.
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Lapas Banyuwangi Potong 12 Hewan Kurban, Warga Binaan Bakal Nyate Bareng
27 Mei 2026
15:22
Hukum & Politik
Sambut Iduladha 1447 H, Polres Nias Selatan Salurkan 8 Ekor Hewan Qurban
27 Mei 2026
15:11
Hukum & Politik
Warga Binaan Lapas Banyuwangi Diajak Petik Hikmah Keikhlasan dalam Salat Idu ladha
27 Mei 2026
15:01
Ekonomi & Bisnis
Manajer Kebun Blawan, Kurban Jadi Momentum Perkuat Solidaritas Sosial
27 Mei 2026
14:56
Ekonomi & Bisnis
PTPN I Regional 5 Kebun Glantangan Serahkan Tiga Kambing Kurban ke Dua Masjid di Idul Adha 2026
27 Mei 2026
14:02