Detail Berita

Ekonomi & Bisnis

Pelajari Teknologi Padi Biofortifikasi Banyuwangi, Selangor Malaysia Jajaki Kerja Sama Pertanian

Pewarta : Hakim Said

07 November 2026

19:15

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono berbincang dengan Datuk Izham dari Selangor Malaysia (foto : Hakim Said)

BANYUWANGI, enewsindo.co.id - Pemerintah Negeri Selangor, Malaysia, tertarik mempelajari teknologi budidaya padi Biofortifikasi yang dikembangkan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Ketertarikan itu membuka peluang kerja sama kedua wilayah di bidang pertanian hingga sektor lainnya.

Delegasi Pemerintah Selangor datang langsung ke Banyuwangi pada Sabtu 7 November 2026. Rombongan dipimpin Exco Pertanian Negeri Selangor, Datuk Izham bin Hashim, dan diterima Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan.

Pertemuan tersebut juga dihadiri perwakilan National Farmers Organization (NAFAS), organisasi petani nasional Malaysia, serta CEO Pandawa Agri Indonesia (PAI) Kukuh Roxa Putra.

Datuk Izham mengatakan, pihaknya ingin mempelajari sistem pertanian Banyuwangi yang dinilai mampu meningkatkan produktivitas padi. Salah satu hal yang menarik perhatian adalah kemampuan petani melakukan penanaman padi hingga tiga sampai empat kali dalam setahun.

"Kami ke Banyuwangi untuk melihat sektor pertanian, terutama pembangunan dan pengelolaan sawah padi di sini. Kami mendapat informasi di Banyuwangi bisa dilakukan penanaman padi hingga tiga sampai empat kali dalam setahun. Ini sangat menarik untuk kami pelajari," kata Datuk Izham.

Dia menyebut Selangor memiliki areal persawahan sekitar 18.000 hektare. Karena itu, pihaknya ingin melihat secara langsung teknologi dan metode pertanian yang bisa diterapkan untuk meningkatkan pengelolaan sawah di wilayahnya.

"Kami ingin melihat teknik dan metode apa yang bisa dipelajari untuk membantu pengembangan persawahan di Selangor, dan bekerja sama dengan Banyuwangi," imbuhnya.

Selama kunjungan, delegasi Selangor akan mempelajari penerapan pertanian rendah emisi (low carbon agriculture) di Banyuwangi. Materi yang dipelajari meliputi pengelolaan lahan sawah, penggunaan pupuk, pemilihan benih, hingga manajemen budidaya padi.

Tak hanya sektor pertanian, Datuk Izham juga melihat peluang kerja sama di bidang pariwisata, ekowisata, peternakan, dan perdagangan.

"Kami melihat banyak sekali potensi yang bisa dieksplorasi di Banyuwangi. Awalnya fokus kami pada pertanian, tetapi setelah melihat berbagai hal di sini, ternyata ada banyak bidang lain yang bisa dikembangkan bersama," ungkapnya.

Padi biofortifikasi yang dikembangkan di Banyuwangi merupakan hasil kolaborasi Pandawa Agri Indonesia dengan sejumlah pihak. Perusahaan berbasis di Banyuwangi itu bergerak dalam pengembangan inovasi dan teknologi pertanian ramah lingkungan.

Budidaya padi tersebut menerapkan prinsip Low Carbon Agriculture atau pertanian rendah emisi. Pendekatan ini diarahkan untuk menghasilkan produk pertanian yang lebih ramah lingkungan sekaligus menghasilkan beras dengan kandungan gizi yang mendukung upaya pencegahan stunting.

Pendampingan kepada petani dilakukan melalui Teknologi Pendampingan PAI (PPAI). Program ini mencakup intervensi pada 10 tahapan budidaya padi, mulai dari persiapan hingga pengelolaan tanaman.

Melalui pendekatan tersebut, produktivitas pertanian diharapkan meningkat, penggunaan sarana produksi lebih optimal, serta ketahanan petani dalam menghadapi perubahan iklim semakin kuat.

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono menyambut baik kunjungan delegasi Selangor. Dia berharap pertemuan tersebut menjadi awal pertukaran pengetahuan dan teknologi pertanian antara kedua wilayah.

"Mari kita saling belajar, teknologi pertanian apa yang sekiranya bisa kita terapkan di masing-masing negara. Kami juga berharap pertemuan ini bisa memberikan insight baru yang mendukung pengembangan Banyuwangi, utamanya di sektor pertanian," kata Mujiono.

Tags : #PadiBiofortifikasiBanyuwangi #SelangorMalaysia #BeritaBanyuwangi #enewsindoBanyuwangi

Ikuti Kami :

Komentar