Detail Berita

Hukum & Politik

Bantaran Sungai di Jember Ambrol, Jembatan Antar-RT Ambruk dan Tiga Rumah Rusak

Pewarta : Andre

07 November 2026

12:34

Rumah Rusak akibat Bantaran Sungai Ambrol di Jember Kidul (foto : Andre)


JEMBER, enewsindo.co.id - Hujan yang mengguyur kawasan Lingkungan Kebun Kidul, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, memicu longsor di bantaran sungai.

Dampaknya cukup serius. Sebuah jembatan penghubung antar-RT ambruk, sementara tiga rumah warga mengalami kerusakan pada bagian dapur.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Cokroaminoto Gang 5, Jumat 6 November 2026 sekitar pukul 17.10 WIB. Jembatan sepanjang 7,3 meter dengan lebar 1,6 meter yang menghubungkan RT 1/RW 34 dan RT 1/RW 31 itu tidak mampu bertahan setelah tanah di bantaran sungai ambrol.

Longsor juga mengancam permukiman warga. Tiga rumah yang berada di sekitar lokasi terdampak dengan tingkat kerusakan berbeda, mulai ringan hingga sedang.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember menerima laporan kejadian tersebut pada Sabtu 7 November 2026 sekitar pukul 08.00 WIB. Petugas langsung berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan untuk melakukan asesmen dan penanganan di lokasi.

Anggota TRC BPBD Jember, Masyhudi, menjelaskan longsor dipicu hujan dengan intensitas sedang yang mengguyur kawasan tersebut.

"Longsor terjadi pada bantaran sungai setelah hujan dengan intensitas sedang. Dampaknya tiga rumah mengalami kerusakan dan satu jembatan penghubung roboh," ungkapnya.

Hasil pendataan BPBD menunjukkan, rumah milik Nur Hadi, 46, mengalami kerusakan ringan. Rumah yang dihuni empat orang tersebut terdampak longsoran bantaran sungai sepanjang 3,6 meter, lebar 1,8 meter, dan tinggi sekitar 2,5 meter.

Dampak lebih besar dialami rumah milik Hari Purnomo, 64. Rumah yang dihuni lima orang, termasuk seorang lansia, itu mengalami kerusakan sedang. Bantaran sungai di sekitar rumah ambrol dengan panjang sekitar 4 meter, lebar 8,7 meter, dan tinggi 2,8 meter.

Sementara itu, rumah milik Lupi Hari Kusyanto, 49, mengalami kerusakan ringan pada bagian dapur. Rumah tersebut dihuni sembilan orang, termasuk dua lansia. Area bantaran sungai yang ambrol memiliki panjang sekitar 3,9 meter, lebar 6,2 meter, dan tinggi sekitar 3 meter.

Kejadian tersebut juga menyebabkan seorang warga bernama Rut Kristiani mengalami luka lecet pada kaki dan siku. Korban terjatuh saat membantu proses evakuasi barang dari rumah yang terdampak longsor. Korban sempat terjatuh ke area longsoran dan telah mendapatkan pengobatan.

Untuk mengantisipasi longsor susulan, BPBD Jember melakukan penanganan darurat dengan memasang terpal di bagian bantaran sungai yang rawan ambrol. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko material tanah kembali longsor.

Petugas juga menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak. Bantuan itu meliputi tiga paket sembako, paket kebersihan, sandang, tambahan gizi, makanan siap saji, lauk-pauk, selimut, dan biskuit.

Selain itu, BPBD memberikan family kit, peralatan masak, peralatan makan, paket lansia, serta terpal.

Masyhudi mengingatkan warga agar tidak mengabaikan potensi longsor susulan, terutama jika hujan kembali mengguyur kawasan tersebut.

"Warga terdampak diimbau tetap waspada terhadap cuaca ekstrem dan potensi longsor. Pemilik rumah juga diminta tidak mendekati area longsoran," ujarnya. (*)

Hingga Sabtu (7/11/2026), petugas telah memasang terpal di lokasi rawan longsor. Warga yang mengalami luka juga telah mendapatkan penanganan.

Tags : #JembataRusakdiJember #BeritaJember #KabupatenJember #enewsindoJember #BantaranAmbrol

Ikuti Kami :

Komentar