Detail Berita

Hukum & Politik

Ingin Kerja ke Luar Negeri? Warga Subo Jember Diminta Jangan Tergiur Jalur Cepat

Pewarta : Andre

05 November 2026

15:03

Disnaker Jember Sosialisasi Migran Aman di Desa Subo (foto : Andre)

JEMBER, enewsindo.co.id - Tawaran bekerja ke luar negeri dengan proses cepat dan iming-iming gaji besar masih perlu diwaspadai. Tanpa prosedur yang jelas, calon pekerja migran berisiko menjadi korban penipuan hingga perekrutan ilegal.

Karena itu, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Jember turun langsung ke desa untuk memberikan edukasi. Kali ini, sosialisasi migrasi aman digelar di Balai Desa Subo, Kecamatan Pakusari, Kamis 5 November 2026.

Kegiatan tersebut diikuti warga, tokoh masyarakat, perangkat desa, dan calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI). Tiga narasumber dihadirkan, yakni perwakilan BP3MI Jawa Timur, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jember, serta Migrant Care.

Materi yang disampaikan bukan hanya membahas cara berangkat ke luar negeri. Peserta juga dibekali pemahaman mengenai prosedur penempatan PMI, kelengkapan dokumen perjalanan, hingga cara mengenali praktik perekrutan ilegal.

BP3MI Jawa Timur menjelaskan mekanisme penempatan dan perlindungan pekerja migran. Sementara itu, pihak Imigrasi mengingatkan pentingnya dokumen perjalanan yang sah. Migrant Care turut mengulas modus perekrutan ilegal serta hak-hak pekerja migran yang harus dipahami sebelum bekerja di negara tujuan.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Jember, Juhenik, S.E., mengatakan, edukasi langsung ke desa penting dilakukan agar masyarakat memperoleh informasi yang benar sebelum memutuskan bekerja ke luar negeri.

"Kami datang langsung ke desa karena informasi yang benar harus sampai sebelum warga mengambil keputusan berangkat. Berangkat lewat jalur resmi berarti ada perlindungan, ada kejelasan kontrak, dan ada negara yang mendampingi. Jangan tergiur ajakan berangkat cepat tanpa prosedur," tegas Juhenik.

Dia juga mengingatkan, bekerja di luar negeri seharusnya tidak hanya berorientasi pada besarnya penghasilan. Pekerja migran perlu memiliki perencanaan agar uang yang dikumpulkan selama di perantauan bisa menjadi modal kehidupan setelah kembali ke kampung halaman.

"Penghasilan selama bekerja di luar negeri sebaiknya direncanakan sejak awal. Sisihkan sebagian sebagai modal, pelajari keterampilan baru, lalu saat pulang bisa membuka usaha sendiri di desa. Dengan begitu, kerja keras di perantauan benar-benar mengangkat kesejahteraan keluarga," imbuhnya.

Sambutan positif juga datang dari Pemerintah Desa Subo. Sekretaris Desa Subo, H. Rofiq, mengapresiasi langkah Disnaker Jember yang menghadirkan narasumber dari lembaga terkait langsung ke tengah masyarakat.

Menurut dia, informasi mengenai prosedur bekerja ke luar negeri sangat dibutuhkan warga. Terlebih, masyarakat bisa bertanya langsung mengenai persoalan yang selama ini belum dipahami.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Disnaker Kabupaten Jember, BP3MI, Imigrasi, dan Migrant Care yang sudah hadir di Desa Subo. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi warga kami, karena informasinya disampaikan langsung oleh pihak yang berwenang dan bisa ditanyakan secara terbuka," ujar Rofiq.

Dia berharap, warga yang ingin bekerja ke luar negeri benar-benar mempersiapkan keberangkatannya melalui jalur resmi. Tidak kalah penting, mereka juga diharapkan memiliki rencana usaha setelah kembali ke desa.

"Harapan kami, warga yang bekerja ke luar negeri berangkat lewat jalur resmi, lalu sepulangnya bisa membawa bekal untuk membuka usaha sendiri di desa. Kami dari pemerintah desa siap mendukung, termasuk menyampaikan kembali informasi ini kepada warga yang belum sempat hadir," tambahnya.

Disnaker Jember berharap sosialisasi serupa dapat menjangkau lebih banyak desa. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya memahami risiko bekerja secara nonprosedural, tetapi juga mengetahui hak dan perlindungan yang harus diperoleh sebagai pekerja migran. (*)


Tags : #DisnakertransJember #PekerjaMigranIndonesia #BeritaTenagaMigranIndonesia #BP3MI #BeritaJember #enewsindoJember

Ikuti Kami :

Komentar