Detail Berita
Dari Tokoh Agama hingga Polisi, Bersatu Pulihkan Sungai Kalimati
Pewarta : Hakim
05 November 2026
12:09
Semua Elemen masyarakat dan Polisi bersih Kalimati di Banyuwangi (foto : Hakim)
BANYUWANGI, enewsindo.co.id - Kondisi Sungai Kalimati di Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, yang mengering dan dipenuhi tumpukan sampah mengundang kepedulian berbagai pihak.
Sekitar 300 orang dari unsur pemerintah, TNI-Polri, tokoh lintas agama, relawan, hingga masyarakat, Kamis pagi 5 November 2026 turun bersama melakukan aksi bersih-bersih,
Aksi gotong royong tersebut menyasar sembilan titik di kawasan Sungai Kalimati dan sekitarnya. Peserta dibagi untuk membersihkan sejumlah lokasi di Dusun Krajan, Stoplas, Kalimati, Sampangan, hingga Muncar.
Kegiatan diawali dengan apel bersama di halaman Kantor Kecamatan Muncar yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi. Sejumlah unsur yang terlibat di antaranya FKUB Kabupaten Banyuwangi, Forpimka Muncar, TNI-Polri, tokoh lintas agama, relawan Sungai Watch, serta organisasi keagamaan.
Ketua FKUB Kabupaten Banyuwangi Drs. H. Nur Chozin, S.H., M.H., mengatakan kegiatan tersebut berawal dari pertemuan lintas agama yang kemudian berkembang menjadi aksi sosial bersama.
"Keterlibatan berbagai unsur diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah untuk sementara waktu. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu membangun kesadaran masyarakat agar tidak lagi menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah," ujarnya.
Kondisi Sungai Kalimati sebelumnya telah mendapat perhatian Bupati Banyuwangi bersama jajaran perangkat daerah. Peninjauan langsung dilakukan pada 22 Oktober 2026 setelah muncul persoalan sungai yang mengering dan dipenuhi sampah.
Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi dalam kesempatan tersebut mengajak seluruh peserta mempertahankan semangat gotong royong. Dia juga mengingatkan agar aksi bersih-bersih tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dilanjutkan dengan kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan.
Kapolsek Muncar Kompol Suhartanto mengatakan keterlibatan kepolisian merupakan bagian dari upaya bersama menjaga lingkungan sekaligus membangun kepedulian masyarakat.
“Pembersihan sungai harus diikuti perubahan kebiasaan. Kalau hari ini kita bersihkan tetapi besok sampah kembali dibuang ke sungai, persoalannya tidak akan selesai. Karena itu kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga Sungai Kalimati dan membuang sampah pada tempat yang sudah disediakan,” ujar Suhartanto.
Dia menilai persoalan lingkungan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi lintas instansi, lintas agama, relawan, dan warga menjadi salah satu bentuk kepedulian bersama terhadap kondisi sungai.
“Kebersihan lingkungan berkaitan langsung dengan kenyamanan dan kesehatan masyarakat. Harapannya, semangat yang dibangun hari ini terus berjalan sehingga kawasan Sungai Kalimati tetap bersih dan tidak kembali dipenuhi sampah,” lanjutnya.
Adapun sembilan titik pembersihan meliputi Jalan PLN di Dusun Krajan, Jalan Sumur Bor dan Jalan Ki Hajar Dewantara di Dusun Stoplas, kawasan Pasar Kalimati, Kuburan Kalimati, jalur timur masjid, kawasan Ferly di Dusun Sampangan, serta sejumlah lokasi di Dusun Muncar hingga Jalan AL. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
DPRD Jember Siapkan Raperda untuk Atur Kebisingan Sound Horeg
5 November 2026
19:56
Hukum & Politik
Geopark Ijen Pertahankan Status UNESCO Global Geopark dengan Green Card
5 November 2026
18:51
Pendidikan & Teknologi
Dalang Cilik Jember Arsenio Tampil di Panggung Nasional, Bawakan Lakon Narayana Tandang
5 November 2026
18:48
Hukum & Politik
Antisipasi Bencana dan Kebakaran, 50 Karyawan PGT Garahan Digembleng BPBD Jember
5 November 2026
17:25
Hukum & Politik
Berkat Kolaborasi Lintas Sektor, Inflasi Banyuwangi Hanya 2,69 Persen
5 November 2026
16:46