Detail Berita

Pendidikan & Teknologi

Dalang Cilik Jember Arsenio Tampil di Panggung Nasional, Bawakan Lakon Narayana Tandang

Pewarta : Andre

05 November 2026

18:48

Arsenio dalang cilik Jember mendapat penghargaan (foto : Andre)

JEMBER, enewsindo.co.id - Usia belia bukan halangan untuk melestarikan budaya bangsa. Arsenio Muttaqien Zulkarnain membuktikannya lewat kepiawaian memainkan wayang kulit.

Dalang anak asal Jember tersebut dipercaya mewakili Jawa Timur dalam Grand Final Festival Dalang Anak Nasional 2026 di Gedung Pewayangan Kautaman, Jakarta, pada 2-4 November 2026.

Di panggung nasional itu, Arsenio membawakan lakon Narayana Tandang dengan gagrak atau gaya Wayang Surakarta. Penampilannya menjadi bagian dari upaya regenerasi seni pedalangan yang selama ini dikenal sebagai salah satu warisan budaya Indonesia.

Keikutsertaan Arsenio bukan sekadar membawa nama daerah dalam kompetisi. Lebih dari itu, kiprahnya menunjukkan bahwa seni tradisional masih memiliki tempat di kalangan anak-anak dan dapat terus berkembang di tengah perubahan zaman.

Sekretaris Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Jember, Ni Ketut Ardani, mengapresiasi keikutsertaan Arsenio dalam festival tersebut.

Menurut dia, keterlibatan generasi muda dalam seni tradisional menjadi modal penting untuk menjaga keberlangsungan kebudayaan. Terlebih, tidak banyak anak yang sejak dini memiliki ketertarikan untuk mendalami dunia pedalangan.

"Kami sangat bangga melihat generasi muda seperti Arsenio yang memiliki kemauan dan kemampuan untuk menekuni seni pedalangan. Ini merupakan langkah positif dalam menjaga warisan budaya agar tidak tergerus perkembangan zaman," ungkap Ni Ketut.

Dia berharap kiprah Arsenio bisa memantik semangat anak-anak lainnya di Kabupaten Jember untuk mengembangkan bakat di bidang seni dan budaya.

" Harapan kami, semakin banyak anak-anak yang tertarik mengenal, mempelajari dan mencintai seni Tradisional sejak dini," harap Ni Ketut.

Pelestarian kesenian tradisional, lanjut dia, tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Dukungan keluarga, komunitas seni, dan lembaga pendidikan juga dibutuhkan agar anak-anak memiliki ruang untuk belajar sekaligus mengembangkan kemampuannya.

"Sebab, seni pedalangan bukan hanya menyuguhkan tontonan. Di balik setiap lakon, terdapat filosofi kehidupan, pendidikan karakter, pesan moral, serta nilai-nilai luhur yang diwariskan secara turun-temurun," terang Ni Ketut

Karena itu tambah Ni Ketut, regenerasi dalang menjadi bagian penting agar tradisi pewayangan tidak berhenti pada generasi terdahulu. Kehadiran Arsenio di panggung nasional menjadi salah satu gambaran bahwa warisan budaya tersebut masih memiliki penerus. (*)

Tags : #SeniTradisional #WayangKulit #BeritaDisporabuparJember #ArsenioDalangCilikJember #enewsindoJember

Ikuti Kami :

Komentar