Detail Berita

Hukum & Politik

Kemarau Panjang Landa Warga Jember, Puluhan Desa Kesulitan Air

Pewarta : Andre

27 Oktober 2026

14:56

kemarau panjang melanda Kabupaten Jember (Foto: Andre)

JEMBER, enewsindo.co.id - Dampak kemarau panjang di Kabupaten Jember kian meluas. Krisis air bersih mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah setelah sumur-sumur permukiman mengering.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember pun meningkatkan distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Perluasan wilayah terdampak terbilang cepat. Dalam perkembangan terbaru, cakupan kekeringan bertambah dari 10 menjadi 12 kecamatan, meliputi 22 desa atau kelurahan dan 32 dusun.

Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo mengatakan, bertambahnya wilayah terdampak menjadi perhatian serius petugas di lapangan. Pendataan terus dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan air bersih masyarakat.

"Kalau dua hari lalu kita masih pada posisi 10 kecamatan, per sore kemarin sudah berkembang lagi menjadi 12 kecamatan, 22 desa atau kelurahan, dan 32 dusun," ujar Edy, Selasa 27 Oktober 2026.

Untuk mengantisipasi semakin beratnya dampak kekeringan, BPBD Jember mengerahkan armada tangki guna menyuplai air bersih ke kawasan terdampak. Distribusi diprioritaskan bagi permukiman padat penduduk yang sumber air utamanya telah mengering.

Langkah tersebut dilakukan agar warga tetap memperoleh pasokan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama konsumsi dan keperluan dasar rumah tangga.

BPBD Jember memastikan penyaluran bantuan air bersih akan terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan dan kebutuhan warga. Upaya tanggap darurat ini diharapkan mampu meringankan beban masyarakat selama krisis air bersih berlangsung.

Meluasnya wilayah terdampak menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan menghadapi kemarau panjang. Pemantauan kondisi sumber air dan koordinasi penyaluran bantuan diperlukan agar kebutuhan masyarakat di seluruh kawasan terdampak dapat tertangani.

(*)

Tags : #jember #bpbdjember #krisisairbersih #kekeringanjember

Ikuti Kami :

Komentar