Detail Berita
Cegah Bullying hingga Judi Online, Polres Bondowoso Kerahkan Polisi Jogo Sekolah
Pewarta : Eko
27 Oktober 2026
11:49
Cegah Bullying hingga Judi Online, Polres Bondowoso Kerahkan Polisi Jogo Sekolah (foto : Eko)
BONDOWOSO, enewsindo.co.id - Ancaman perundungan, judi online, hingga penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar menjadi perhatian serius Polres Bondowoso.
Melalui Satgas Pre-Emptive Strike “Polisi Jogo Sekolah”, kepolisian memperkuat langkah pencegahan dengan mendekatkan personel kepada siswa dan lingkungan pendidikan.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam apel Satgas Pre-Emptive Strike “Polisi Jogo Sekolah” yang dipimpin Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., di halaman Mapolres Bondowoso, Selasa 27 Oktober 2026.
Apel tersebut melibatkan unsur pemerintah daerah, jajaran kepolisian, instansi pendidikan, kepala sekolah, hingga pengurus OSIS dari berbagai sekolah di Kabupaten Bondowoso.
Hadir di antaranya Kepala Kemenag Bondowoso Dr. H. Moh. Ali Masyhur, S.Ag., M.H.I., Wakapolres Bondowoso Kompol I Gede Suartika, S.H., M.H., perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Bondowoso, Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, pejabat utama Polres, serta para kapolsek jajaran.
Keterlibatan unsur pendidikan dan pelajar tersebut menjadi bagian penting dalam membangun pola pencegahan yang tidak hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan edukasi dan pendampingan.
Dalam amanatnya, Aryo menegaskan, program Polisi Jogo Sekolah dirancang untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, tertib, dan disiplin. Perlindungan terhadap anak, menurut dia, harus dilakukan melalui upaya pencegahan sejak dini.
“Ancaman terhadap pelajar saat ini semakin kompleks, mulai dari perundungan (bullying), judi online, penyalahgunaan narkoba, hingga kenakalan remaja. Karena itu, diperlukan sinergi yang kuat antara Polri, pihak sekolah, guru BK, Dinas Pendidikan, dan seluruh elemen terkait,” tegasnya.
Tak sekadar menjaga keamanan, personel yang ditugaskan dalam program Polisi Jogo Sekolah juga diarahkan menjadi pendamping sekaligus mitra komunikasi bagi para pelajar.
Kapolres meminta personel yang bertugas sebagai polisi pendamping kelas dan pengawas sekolah mampu menjadi teladan. Mereka juga diharapkan membangun komunikasi terbuka agar siswa tidak ragu menyampaikan persoalan yang dihadapi.
Pendekatan tersebut dinilai penting untuk mendeteksi sejak dini potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), termasuk persoalan yang dapat mengganggu kenyamanan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Koordinasi dengan kepala sekolah dan guru bimbingan konseling (BK) juga menjadi perhatian. Sinergi itu diharapkan memperkuat pembinaan karakter sekaligus membantu penanganan persoalan pelajar secara tepat sesuai kewenangan masing-masing.
Di sisi lain, pengurus OSIS didorong mengambil peran sebagai agent of change atau agen perubahan. Para pelajar diharapkan menjadi pelopor kedisiplinan, membangun pergaulan positif, serta mengajak teman sebaya menjauhi perilaku yang berisiko.
“Perlindungan terhadap anak bukan hanya tugas Polri atau guru semata, melainkan tanggung jawab moral bersama dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa menuju Indonesia Emas,” tambah Aryo.
Kesiapan pelaksanaan program tersebut ditandai dengan penyematan ban lengan bertuliskan “Polisi Jogo Sekolah” oleh pimpinan apel kepada perwakilan personel. Simbol itu menegaskan kesiapan petugas dalam menjalankan fungsi pengamanan dan pendampingan di lingkungan pendidikan.
Melalui penguatan Satgas Pre-Emptive Strike tersebut, Polres Bondowoso menargetkan tumbuhnya kesadaran pelajar terhadap pentingnya disiplin dan keamanan, sekaligus mempererat kemitraan antara kepolisian dan satuan pendidikan.
Upaya itu juga diharapkan mendukung terwujudnya lingkungan sekolah yang ramah anak dan bebas dari kekerasan. Rangkaian apel ditutup dengan pembacaan doa serta foto bersama jajaran undangan dan perwakilan pelajar.
Dengan pendekatan preemtif, edukatif, dan humanis, program Polisi Jogo Sekolah diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berlanjut dalam pendampingan nyata untuk melindungi pelajar dan menciptakan suasana belajar yang kondusif. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Kemarau Panjang Landa Warga Jember, Puluhan Desa Kesulitan Air
27 Oktober 2026
14:56
Pendidikan & Teknologi
Cegah Bullying hingga Judi Online, Polres Bondowoso Kerahkan Polisi Jogo Sekolah
27 Oktober 2026
11:49
Hukum & Politik
Kenal Pamit Kapolresta Banyuwangi, Rofiq Pindah Tugas, Muharman Arta Siap Lanjutkan Sinergi
27 Oktober 2026
08:37
Hukum & Politik
Bapperida Jember Gelar Desk Identifikasi Usulan Masyarakat dan Pokir DPRD untuk RKPD 2028
26 Oktober 2026
15:51
Hukum & Politik
Home Care hingga Mobil Cinta, Cara Jember Mendekatkan Layanan kepada Warga Rentan
26 Oktober 2026
15:49