Detail Berita

Hukum & Politik

PTPN I Siapkan 10 Ribu Hektare Lahan Dukung Pengembangan Pangan

Pewarta : Evelyne

17 September 2026

08:40

PTPN I Siapkan 10 Ribu Hektare Lahan Dukung Pengembangan Pangan (foto : Istimewa)

JAKARTA, enewsindo.co.id - PT Perkebunan Nusantara I (Persero) atau PTPN I menyiapkan aset lahannya untuk mendukung pengembangan pangan dan energi. Salah satu langkahnya adalah memanfaatkan 10.000 hektare lahan untuk penanaman jagung.

Optimalisasi lahan tersebut dilakukan di sejumlah wilayah operasional PTPN I. Perusahaan juga mengembangkan komoditas lain, seperti ubi kayu, kedelai, dan bawang putih.

Langkah itu merupakan bagian dari upaya PTPN I mendukung agenda hilirisasi yang didorong pemerintah. Hilirisasi ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, serta mengembangkan sumber energi berbasis bahan baku dalam negeri.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya mengatakan hilirisasi menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian. Menurut dia, komoditas pertanian tidak semestinya berhenti sebagai bahan mentah.

“Hilirisasi adalah keniscayaan. Kita tidak boleh lagi mengekspor bahan mentah. Komoditas pertanian harus diolah di dalam negeri agar nilai tambahnya dinikmati penuh oleh rakyat Indonesia, terutama petani,” kata Amran.

Kementerian Pertanian juga mendorong pengembangan komoditas yang dapat terhubung dengan industri pengolahan, termasuk bahan baku biofuel dan bioetanol.

Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras mengatakan perusahaan memiliki sejumlah aset lahan yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan komoditas strategis.

“Kami mendukung penuh agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi melalui hilirisasi,” ujar Abdul Rivai, Kamis, 17 September 2026.

Menurut dia, pemanfaatan aset akan dilakukan dengan mempertimbangkan produktivitas, keberlanjutan, dan kelayakan bisnis. Ia mengatakan pengembangan komoditas tidak cukup hanya dengan meningkatkan produksi di lahan.

“Orientasinya bukan semata-mata menanam, tetapi bagaimana menciptakan nilai tambah. Dari lahan hingga produk akhir harus terhubung sehingga manfaat ekonominya semakin besar bagi masyarakat dan perekonomian nasional,” katanya.

PTPN I menyiapkan 10.000 hektare lahan untuk pengembangan jagung. Lahan tersebut merupakan areal yang memasuki masa persiapan peremajaan tanaman perkebunan sehingga dapat dimanfaatkan sementara untuk tanaman pangan.

Jagung merupakan salah satu komoditas yang memiliki keterkaitan dengan kebutuhan pangan dan industri pakan. PTPN I menyatakan produksi dari lahan tersebut diarahkan agar dapat terhubung dengan rantai pengolahan dan pasar.

Pengembangan komoditas juga dilakukan di wilayah lain. Melalui PTPN I Regional 7 di Lampung, perusahaan menyiapkan pengembangan ubi kayu hingga 10.000 hektare.

Pada tahap awal, sekitar 7.313 hektare lahan disiapkan melalui kerja sama dengan 11 mitra.

Ubi kayu dapat digunakan sebagai bahan pangan sekaligus bahan baku industri. Komoditas tersebut juga berpotensi menjadi bahan baku bioetanol.

Sementara di Sumatera Utara, melalui PTPN I Regional 1, sekitar 270 hektare lahan dimanfaatkan untuk pengembangan kedelai.

Di Jawa Barat, perusahaan melakukan uji coba penanaman bawang putih di lahan seluas 2 hektare. Uji coba ini ditujukan untuk melihat model budi daya dan pengembangan komoditas hortikultura tersebut.

Abdul Rivai mengatakan keberagaman komoditas tersebut merupakan bagian dari strategi PTPN I dalam memanfaatkan aset perusahaan.

Namun, ia mengatakan keberhasilan optimalisasi lahan tidak semata-mata ditentukan oleh luas areal yang digunakan.

“Setiap hektare harus memberikan nilai tambah. Karena itu, kami tidak hanya melihat luas lahan, tetapi juga produktivitas dan kesinambungan ekosistem usaha yang dibangun di atasnya,” ujar dia.

Menurut Abdul Rivai, pengembangan hilirisasi membutuhkan kerja sama antara pemerintah, BUMN, swasta, petani, lembaga riset, dan industri.

“Ketika aset perkebunan mampu menghasilkan pangan, mendukung energi, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong tumbuhnya industri hilir, maka kontribusi perkebunan terhadap pembangunan nasional menjadi semakin nyata,” katanya.

Melalui pemanfaatan aset tersebut, PTPN I mengarahkan bisnis perkebunan tidak hanya pada produksi komoditas. Perusahaan juga mulai mengembangkan rantai agribisnis yang menghubungkan produksi dengan pengolahan dan pasar.

PTPN I menyatakan pengembangan tersebut diarahkan untuk mendukung agenda pangan dan energi sekaligus menciptakan nilai tambah dari aset perkebunan. (*)

Tags : #PTPNI #enewsindoJakarta

Ikuti Kami :

Komentar