Detail Berita

Ekonomi & Bisnis

299 Peserta Berebut Tiket Magang ke Jepang

Pewarta : Siddik

24 Agustus 2026

13:42

Seleksi Magang ke Jepang di Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Kediri (foto : Siddik)

KABUPATEN KEDIRI, enewsindo.co.id – Kesempatan menimba pengalaman kerja di Jepang kembali dibuka Pemerintah Kabupaten Kediri. Sebanyak 299 peserta mengikuti seleksi Program Magang Jepang 2026 yang digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Kediri di Gedung Bagawanta Bhari, Senin (24/8/2026).

Program tersebut menjadi salah satu upaya Pemkab Kediri meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus menekan angka pengangguran. Para peserta nantinya disiapkan untuk memiliki keterampilan, kedisiplinan, serta pengalaman kerja yang dapat menjadi bekal menghadapi persaingan tenaga kerja global.

Kepala Disnaker Kabupaten Kediri Ibnu Imad mengatakan, Kabupaten Kediri kembali dipercaya menjadi lokasi seleksi program pemagangan ke Jepang. Menurutnya, program tersebut membuka peluang bagi generasi muda untuk meningkatkan kompetensi melalui pengalaman kerja langsung di luar negeri.

“Pemagangan Jepang menjadi salah satu pintu atau upaya strategis untuk memberikan peluang kepada generasi muda melatih kedisiplinan, meningkatkan skill, serta mendapatkan pengalaman bekerja secara global di Jepang,” ujarnya.

Dari 299 peserta, sebanyak 68 orang merupakan warga Kabupaten Kediri. Sementara peserta lainnya berasal dari Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Bahasa Jepang yang tergabung dalam Asosiasi Bahasa Jepang Jawa Timur.

Proses seleksi dilakukan dengan sistem boarding di BLK Leman. Peserta mengikuti seleksi awal sebelum melanjutkan ke tahapan berikutnya, termasuk seleksi dan wawancara. Sistem gugur diterapkan dalam proses tersebut.

Ibnu berharap program pemagangan tersebut tidak berhenti pada pengalaman bekerja di Jepang. Para peserta diharapkan membawa pulang pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh untuk kemudian diterapkan di Indonesia.

“Harapannya, setelah dari Jepang teman-teman bisa memanfaatkan semua yang didapat di sana untuk mengabdi dan berkontribusi di Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Asisten II Kabupaten Kediri Dr. Sonny Subroto Maheri Laksono, M.Si., saat membacakan sambutan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, menegaskan pengentasan pengangguran masih menjadi prioritas pemerintah daerah.

Kabupaten Kediri saat ini memiliki sekitar 1,68 juta penduduk. Jumlah tersebut dinilai menjadi potensi besar yang perlu dikembangkan sebagai kekuatan ekonomi daerah.

Kabar baiknya, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kabupaten Kediri mengalami penurunan. Dari 5,10 persen pada 2024 menjadi 4,71 persen pada 2025.

“Upaya pengentasan pengangguran tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Karena itu, Pemkab Kediri terus berupaya menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kualitas SDM,” kata Sonny.

Program ini merupakan hasil kerja sama Disnaker Kabupaten Kediri, Kementerian Ketenagakerjaan RI, INJAPAN, dan Asosiasi LPK Bahasa Jepang di Jawa Timur.

Selain menambah keterampilan, pengalaman bekerja di Jepang diharapkan memberi manfaat ekonomi. Penghasilan yang diperoleh peserta dapat menjadi modal usaha produktif setelah kembali ke tanah air.

“Pendapatan yang diperoleh peserta selama di Jepang diharapkan dapat menjadi modal usaha yang produktif saat kembali ke tanah air, khususnya untuk menggerakkan perekonomian daerah,” imbuhnya.

Salah satu peserta, Rehan Fahri Pratama asal Kecamatan Papar, mengaku bangga dapat mengikuti seleksi. Ia berharap bisa lolos hingga tahap akhir dan mendapatkan kesempatan menimba pengalaman kerja di Jepang. (*)

Tags : #DinasTenagaKerjaKediri #MagangkeJepang #229Peserta

Ikuti Kami :

Komentar