Detail Berita
Kemenko Pangan Pilih Banyuwangi Jadi Laboratorium Monitoring Beras Nasional
Pewarta : Hakim Said
08 Juli 2026
08:50
Rakor Bupati Banyuwangi Ipuk Fristanty penunjukan Banyuwangi sebagai pengembangan pemantauan pangan berbasis data.ooeh Kemenko Pangan (foto : Hakim Said)
BANYUWANGI, enewsindo.co.id – Banyuwangi kembali mendapat kepercayaan dari pemerintah pusat. Kali ini, Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan menunjuk daerah berjuluk The Sunrise of Java itu sebagai proyek percontohan nasional untuk pengembangan sistem pemantauan pangan berbasis data.
Penunjukan tersebut disampaikan Staf Ahli Menko Bidang Ekonomi Maritim Kemenko Pangan Sugeng Santoso saat rapat koordinasi bersama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Wakil Bupati Mujiono, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta jajaran Pemkab Banyuwangi, Senin (6/7/2026).
Sugeng menjelaskan, pengembangan Dashboard Rice Journey merupakan salah satu strategi untuk mengejar target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, yakni meningkatkan Indeks Ketahanan Pangan Nasional dari 73 pada 2025 menjadi 82 pada 2029.
"Salah satunya pemerintah akan mengembangkan decision support system berupa Dashboard Rice Journey. Dashboard ini akan memberikan masukan sebagai bahan pengambil kebijakan, khususnya beras, secara cepat, tepat, dan berbasis data," ujarnya.
Menurut Sugeng, dashboard tersebut akan menyajikan data secara real time guna mendukung pengambilan keputusan berbasis system thinking dan system dynamics. Sistem ini mampu memetakan potensi gangguan produksi, lonjakan harga, hingga risiko kelangkaan beras di berbagai wilayah.
Tak hanya itu, dashboard juga dirancang untuk mengidentifikasi penyebab utama persoalan, mulai dari produksi, ketersediaan stok, penggilingan padi (Rice Milling Unit/RMU), distribusi, logistik, kondisi cuaca, hingga perilaku pasar. Seluruh data kemudian dianalisis untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan yang tepat sasaran.
"Dashboard tidak hanya mampu mendeteksi potensi gangguan secara dini, tetapi juga menjelaskan hubungan sebab-akibat, mengevaluasi kualitas bukti, mensimulasikan berbagai skenario kebijakan, serta menghasilkan rekomendasi intervensi yang tepat sasaran," jelasnya.
Banyuwangi dipilih sebagai lokasi percontohan karena dinilai memiliki ekosistem pangan yang kuat. Kabupaten tersebut merupakan salah satu sentra produksi beras nasional, aktif melakukan pengendalian distribusi pangan dan inflasi, serta telah menerapkan tata kelola pemerintahan berbasis teknologi informasi.
"Program ini akan menjadi kolaborasi dan sinergi antara Kemenko Pangan dan Pemkab Banyuwangi dalam mewujudkan tata kelola pangan yang lebih baik. Nantinya model yang dikembangkan di Banyuwangi akan menjadi model dashboard bagi daerah lainnya," kata Sugeng.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyatakan kesiapan daerahnya mendukung penuh pengembangan Dashboard Rice Journey. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi peluang untuk memperkuat tata kelola pangan nasional melalui kebijakan yang berbasis data dan karakteristik wilayah.
"Terima kasih atas kepercayaan Kemenko Pangan kepada Banyuwangi. Semoga kolaborasi ini menghasilkan kebijakan tata kelola pangan berbasis kondisi wilayah untuk memaksimalkan produksi pangan nasional," ujar Ipuk. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Ekonomi & Bisnis
Wisata dan Ekonomi Tumbuh, Banyuwangi Catat Kunjungan Penumpang Kereta Tertinggi di Daop 9
8 Juli 2026
09:39
Hukum & Politik
PMI Bondowoso Raih Opini WTP
8 Juli 2026
09:10
Hiburan
BEC 2026 Siap Mengguncang Banyuwangi, Perang Bayu Diangkat dalam Parade Spektakuler
8 Juli 2026
09:01
Hukum & Politik
Kemenko Pangan Pilih Banyuwangi Jadi Laboratorium Monitoring Beras Nasional
8 Juli 2026
08:50
Hukum & Politik
Eksekutif-Legislatif Kompak, Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Resmi Disepakati
8 Juli 2026
08:40