Detail Berita
Dulu Diburu, Kini Dijaga : Penyu di Nias Selatan Butuh Perlindungan Serius
Pewarta : Adil
25 Juni 2026
15:51
Yaaro Halawa Koordinator Kepulauan Nias Yayasan Penyu Indonesia (foto : Adil)
NIAS SELATAN, enewsindo.co.id - Pantai-pantai di Nias Selatan masih menjadi rumah bagi penyu yang datang untuk bertelur. Namun, jumlahnya kian berkurang. Ancaman perburuan, pengambilan telur, hingga kerusakan habitat membuat satwa laut yang dilindungi itu semakin sulit ditemukan.
Koordinator Kepulauan Nias Yayasan Penyu Indonesia, Yaaro Halawa, mengungkapkan perairan dan garis pantai Nias Selatan merupakan habitat bagi empat jenis penyu, yakni penyu hijau, penyu sisik, penyu lekang, dan penyu belimbing.
Meski demikian, hasil pemantauan yang dilakukan lembaganya menunjukkan hanya penyu lekang dan penyu belimbing yang masih cukup sering mendarat untuk bertelur dalam beberapa tahun terakhir.
“Ancamannya masih banyak. Mulai dari pengambilan telur dan penyu secara liar, abrasi pantai, aktivitas di kawasan pesisir, hingga pencemaran laut. Padahal penyu merupakan satwa yang dilindungi karena populasinya terus menurun dan terancam punah,” ujar Yaaro, Kamis (25/6/2026).
Menurut dia, penyelamatan penyu tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan keterlibatan masyarakat, pemerintah daerah, dan lembaga konservasi agar populasi penyu dapat dipertahankan.
Karena itu, Yayasan Penyu Indonesia bersama masyarakat setempat menjalankan berbagai program konservasi. Di antaranya pendataan lokasi sarang, pemindahan telur ke tempat penetasan yang lebih aman, hingga pelepasan tukik ke laut setelah menetas.
Yaaro menilai perubahan cara pandang masyarakat menjadi faktor penting dalam upaya pelestarian penyu. Jika dahulu penyu dan telurnya dianggap sebagai sumber penghidupan, kini masyarakat mulai memahami bahwa satwa tersebut merupakan aset alam yang harus dijaga.
“Yang paling penting adalah membangun kesadaran warga. Kami melibatkan nelayan dan masyarakat pesisir untuk menjaga sarang penyu. Dulu penyu dianggap sebagai sumber penghidupan, sekarang harus dipandang sebagai aset alam yang wajib dilestarikan untuk generasi mendatang,” tegasnya.
Upaya konservasi yang terus dilakukan tersebut diharapkan mampu menjaga keberadaan penyu di Nias Selatan. Dengan dukungan semua pihak, satwa langka itu tidak hanya tetap menjadi bagian dari ekosistem laut, tetapi juga warisan alam yang dapat dinikmati generasi berikutnya. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Hampir 99 Persen Laporan Dana Desa Masuk, Inspektorat Nias Selatan Tunggu Hasil Tim Teknis
23 September 2026
19:44
Hukum & Politik
Polri Perkuat Integrasi Data untuk Transformasi Layanan SKCK, Targetkan Pencetakan Mandiri pada 2027
23 September 2026
17:17
Advertorial
Membatik di Tengah Hamparan Teh, Pengalaman Wisata Baru di PTPN I Regional 5 Kebun Wonosari
23 September 2026
17:11
Hukum & Politik
Tersinggung Teguran, Pria di Sampang Bacok Mertua Tiri
23 September 2026
17:00
Advertorial
31 Jamaah Bondowoso Siap Berangkat Umrah, Manasik Jadi Bekal Sebelum ke Tanah Suci
23 September 2026
16:56