Detail Berita

Ekonomi & Bisnis

Pantai Blimbingsari Banyuwangi, Surga Kuliner Ikan Asap Legendaris Sejak 1977

Pewarta : Evelyne

09 Mei 2026

13:46

Mastia memanggang ikan asap (foto : Evelyne)

BANYUWANGI, enewsindo.co.id - Pantai Blimbingsari tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata pesisir yang menawan, tetapi juga sebagai sentra kuliner hasil laut yang telah lama menjadi daya tarik wisatawan. Di kawasan ini, ikan asap khas Blimbingsari menjadi primadona yang selalu diburu pengunjung.

Salah satu pelaku usaha legendaris adalah Mastia (66), pedagang ikan asap yang telah berjualan sejak 1977. Selama hampir setengah abad, ia konsisten mempertahankan cita rasa khas Blimbingsari dengan berbagai pilihan ikan seperti ekor merah, banyar, slengseng, hingga kerapu.

Mastia mengungkapkan, kunci kelezatan ikan asap dan ikan bakar khas Blimbingsari terletak pada proses pengolahan yang masih tradisional. Ikan segar hasil tangkapan nelayan terlebih dahulu dibakar, kemudian dilumuri bumbu khas sebelum kembali dibakar agar rempah meresap sempurna.

“Bumbu ini resep turun-temurun asli Blimbingsari. Bahannya asem, bawang merah, bawang putih, laos, kemiri, kencur, gula merah, gula putih, cabai besar dan kecil,” kata Mastia.

Cita rasa tersebut membuat wisatawan terus berdatangan, tidak hanya dari Banyuwangi, tetapi juga luar daerah. Banyak pengunjung yang awalnya datang menikmati pantai, kemudian menjadi pelanggan tetap setelah mencicipi ikan asap setempat.

Pesanan bahkan datang dari berbagai kota seperti Blitar, Yogyakarta, hingga Sumatera. Pemesanan dilakukan melalui telepon atau WhatsApp, lalu dikirim menggunakan kereta maupun dititipkan bus antarkota.

“Kalau kirim luar kota bisa 50 sampai 150 tusuk sekali pesan. Ada yang lewat kereta, ada yang dititipkan bus. Alhamdulillah aman sampai tiga hari,” ujarnya.

Selain rasa yang khas, harga ikan bakar di Blimbingsari juga relatif terjangkau, yakni mulai Rp15 ribu hingga Rp25 ribu per porsi, sedangkan pepes ikan sekitar Rp5 ribu per bungkus.

Pedagang lainnya, Ulin (45), menyebut terdapat sekitar 15 UMKM ikan bakar di Dusun Krajan, Desa Blimbingsari. Menurutnya, keberadaan wisata pantai sangat membantu meningkatkan penjualan warga.

“Wisatawan banyak yang pulang dari pantai mampir beli ikan bakar. Kalau sudah pernah ke sini biasanya balik lagi karena bumbunya khas,” kata Ulin.

Ia menambahkan, ciri khas ikan bakar Blimbingsari terletak pada penggunaan bumbu alami tanpa saus tambahan. Pada akhir pekan, omzet pedagang bisa meningkat hingga ratusan ribu rupiah, bahkan menerima pesanan hingga luar kota.


Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani juga turut menikmati kuliner khas tersebut dalam kunjungan program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) di Desa/Kecamatan Blimbingsari, Kamis (7/5/2026).

“Kuliner khas seperti ini menjadi kekuatan wisata Banyuwangi. Orang datang tidak hanya menikmati pantai, tetapi juga mencari pengalaman kuliner autentik,” kata Ipuk.

Menurutnya, potensi wisata kuliner pesisir harus terus dipromosikan karena mampu menggerakkan ekonomi masyarakat. Sentra ikan bakar Blimbingsari, lanjutnya, telah dikenal luas hingga luar daerah.

“Rasanya khas karena bumbunya tradisional dan ikannya segar langsung dari nelayan. Kita ingin wisatawan membawa pengalaman kuliner yang berkesan,” ujarnya.

Dengan kombinasi panorama pantai dan kekayaan kuliner tradisional, Blimbingsari terus mengukuhkan diri sebagai salah satu destinasi unggulan yang tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga lidah wisatawan. (*)

Tags : #Blimbingsari #Banyuwangi #WisataKuliner #IkanAsap #KulinerPesisir #VisitBanyuwangi #UMKMLokal #KulinerNusantara #PantaiBlimbingsari #enewsindo

Ikuti Kami :

Komentar