Detail Berita
Ratusan Kasus DBD di Bondowoso, Empat Warga Meninggal
Pewarta : Eko
05 Januari 2026
08:54
Petugas kesehatan melakukan fogging di permukiman warga sebagai upaya memutus rantai penularan DBD, 5 Januari 2025 (foto : Eko)
BONDOWOSO, enewsindo.co.id - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bondowoso sepanjang 2025 tergolong tinggi. Dinas Kesehatan setempat mencatat 415 kasus DBD, dengan empat di antaranya berujung kematian.
Angka ini memicu kewaspadaan karena menunjukkan masih lemahnya pengendalian penyakit berbasis lingkungan.
Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Bondowoso, dr. M. Habib Muzaki, mengatakan lonjakan kasus terjadi hampir merata di sejumlah kecamatan. “Cukup tinggi kasus DBD hingga mencapai ratusan, dan ada empat kematian,” kata Habib, Senin (5/1/2026).
Menurut Habib, sebagian besar penderita berasal dari wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi dan sanitasi lingkungan yang belum optimal. Musim hujan memperparah kondisi tersebut karena banyaknya genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penular DBD.
Empat korban meninggal, kata Habib, sempat mendapat perawatan medis. Namun keterlambatan penanganan dan kondisi pasien yang sudah berat saat tiba di fasilitas kesehatan menjadi faktor yang memperburuk keadaan. “Masih ada masyarakat yang datang berobat setelah kondisi sudah parah,” ujarnya.
Dinas Kesehatan mengklaim telah melakukan berbagai upaya pencegahan, mulai dari penyelidikan epidemiologi, fogging fokus, hingga sosialisasi pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Namun efektivitas langkah tersebut sangat bergantung pada partisipasi warga.
“Fogging tidak akan efektif jika jentik nyamuk tetap ada di rumah-rumah,” kata Habib.
Ia menekankan pentingnya gerakan 3M Plus menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas sebagai langkah paling ampuh menekan penularan DBD. Tanpa perubahan perilaku masyarakat, kasus DBD diperkirakan akan terus berulang setiap tahun.
Lonjakan ratusan kasus dan kematian ini menjadi peringatan bagi pemerintah daerah untuk memperkuat intervensi kesehatan lingkungan, sekaligus alarm bagi masyarakat bahwa DBD masih menjadi ancaman serius di Bondowoso.
Komentar
Berita Terbaru
Pemprov Jatim Percepat Pembangunan Ulang Jembatan Sentong Bondowoso
25 Februari 2026
19:39
Imigrasi Jember Jemput Bola Layani WNA Lewat Rumah Ramah HAM
25 Februari 2026
19:00
DPRD Trenggalek Soroti Penghentian Insentif 971 Kader KB
25 Februari 2026
16:49
DPRD Trenggalek Desak Persiapan Pilkades 2027 Tak Tunggu PP
25 Februari 2026
10:11
Izin Apotek Berbelit, Komisi IV DPRD Trenggalek Panggil OPD Terkait
24 Februari 2026
17:42
Berita Terpopuler