Detail Berita
Menjawab “Poin atau Koin” dengan Kerja, Rama Samtama di mata Ketua Rumah Kebangsaan Banyuwangi
Pewarta : Hakim Said
03 Januari 2026
11:36
Rama Santama dan Ketua RK Banyuwangi Hakim Said, 3 Januari 2025 (foto : Dokumen Hakim Said)
BANYUWANGI, enewsindo.co.id - Mutasi Kombes Pol. Dr. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H. dari jabatan Kapolresta Banyuwangi ke posisi Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Papua dipandang sebagai bentuk kepercayaan institusi atas rekam jejak, integritas, dan kepemimpinan yang telah ia tunjukkan. Perpindahan tugas itu bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan kelanjutan dari jalan pengabdian.
Di Banyuwangi, Rama Samtama meninggalkan pesan yang sederhana namun bermakna, pengabdian tidak diukur dari panggung yang disorot, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat. Pesan itu pula yang menjelma menjadi benang merah kepemimpinannya selama satu tahun tiga bulan memimpin Polresta Banyuwangi.
Awal kedatangannya di Bumi Blambangan masih lekat dalam ingatan. Sebuah pertanyaan lugas dilontarkan Hakim Said, S.H., Founder sekaligus Ketua Rumah Kebangsaan (RK) Banyuwangi: “Datang ke Banyuwangi mencari poin atau koin?” Pertanyaan itu menjadi penanda awal kepemimpinan Rama Samtama.
Jawaban Rama kala itu tegas dan singkat. “Saya datang ke Banyuwangi bukan untuk mencari poin atau koin, tetapi untuk pengabdian,” ujarnya. Pernyataan tersebut tidak berhenti sebagai slogan. Ia diuji oleh dinamika daerah dengan mobilitas tinggi, geliat pariwisata, serta keragaman sosial yang menuntut ketegasan sekaligus kepekaan.
Selama masa kepemimpinannya, stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) Banyuwangi relatif terjaga. Namun Rama tidak pernah mengklaim capaian itu sebagai kerja tunggal kepolisian. Ia justru berulang kali menegaskan pentingnya peran kolektif.
“Kondusivitas Banyuwangi ini terjaga karena peran seluruh elemen masyarakat. Polisi tidak bisa bekerja sendiri,” tegasnya dalam berbagai kesempatan.
Dengan keterbukaan yang jarang ditampilkan seorang pimpinan, Rama juga mengakui keterbatasan internal institusi yang dipimpinnya. “Saya tidak sempurna. Masih ada anggota yang belum melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sesuai regulasi. Itu menjadi evaluasi dan pembenahan bersama,” katanya.
Pendekatan humanis menjadi salah satu ciri kepemimpinannya. Dialog rutin dengan tokoh agama, tokoh adat, pemuda, dan organisasi masyarakat dilakukan untuk menjaga komunikasi dua arah. Respons cepat terhadap pengaduan publik, termasuk melalui layanan digital WA Wadul Kapolresta, menjadi jembatan antara kepolisian dan warga.
Sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, TNI, serta masyarakat sipil turut memperkuat stabilitas daerah. Kehadiran negara, dalam perspektif Rama, harus dirasakan sebagai pelindung, bukan sekadar penegak aturan.
Atas kepemimpinan yang dinilai menghargai kearifan lokal dan menjaga harmoni sosial, Rama Samtama Putra bersama Ketua Bhayangkari Cabang Kota Banyuwangi, Ny. Nova Rama Samtama Putra, menerima apresiasi dari tetua adat dan masyarakat Osing Banyuwangi.
Penghargaan itu menjadi simbol penerimaan sosial atas pendekatan kepemimpinan yang membumi. Di sisi kelembagaan, Rama mendorong penguatan reformasi birokrasi. Polresta Banyuwangi yang telah meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) diarahkan naik kelas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Pembenahan layanan publik, pengawasan internal, serta penguatan budaya kerja berintegritas menjadi fokus yang ia tinggalkan sebagai fondasi.
Hakim Said menilai komitmen tersebut konsisten sejak awal. “Beliau tidak sibuk membangun citra, tetapi membangun sistem. Pengabdiannya terasa dan berdampak,” ujarnya.
Kini, tugas baru menanti Rama Samtama di Papua. Namun jejak pengabdiannya di Banyuwangi menjadi catatan tersendiri bahwa kepemimpinan sejati tidak diukur dari seberapa sering disebut, melainkan dari seberapa dalam dirasakan.
Komentar
Berita Terbaru
Konser Valen DA 7 di Madura Bangkitkan Gairah Dangdut Generasi Muda
3 Januari 2026
15:20
Siswa SMPN 2 Tamanan Bondowoso Jadikan JJS sebagai Media Edukasi Lingkungan
3 Januari 2026
13:00
Menjawab “Poin atau Koin” dengan Kerja, Rama Samtama di mata Ketua Rumah Kebangsaan Banyuwangi
3 Januari 2026
11:36
Jelang Konfercab, NU Banyuwangi Masih Terbelah
3 Januari 2026
09:35
IDM Sambut Wisatawan Pertama 2026 di Destinasi Candi
2 Januari 2026
18:57
Berita Terpopuler