Detail Berita
Perhutani KPH Bondowoso Gelar Beach Forest Bersholawat Awali 2026
Pewarta : Evelyne
02 Januari 2026
07:55
Administratur Perum Perhutani KPH Bondowoso Misbakhul Munir memberikan sambutan dalam pengajian di kawasan Wisata Alam Beach Fore, 1 Januari 2026 (foto : istimewa)
SITUBONDO, enewsindo.co.id - Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso bersama pengelola wisata alam Beach Forest menggelar Pengajian Umum Beach Forest Bersholawat 2 dan doa bersama untuk mengawali Tahun 2026.Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Wisata Alam Beach Forest, Jalan Raya Pasir Putih, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, Kamis, 1 Januari 2026.
Acara keagamaan ini dirangkai dengan peringatan anniversary Beach Forest serta Haul Masyaikh Sukorejo. Ribuan jamaah dari Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo dan masyarakat umum dari berbagai daerah memadati lokasi pengajian.
Pengajian mengusung tema “Kepedulian terhadap Alam adalah Langkah Awal Menyelamatkan Masa Depan”. Tema tersebut menegaskan pesan pelestarian lingkungan yang dikaitkan dengan penguatan nilai-nilai spiritual.
Penceramah utama dalam kegiatan ini adalah Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Kiai Haji Raden Achmad Azaim Ibrahimy, didampingi Majelis Al-Karomah. Lantunan sholawat berlangsung khidmat dan menyejukkan suasana kawasan wisata alam Beach Forest.
Administratur Perum Perhutani KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, mengatakan kegiatan Beach Forest Bersholawat merupakan bentuk sinergi antara Perhutani, pengelola wisata, dan masyarakat dalam menjaga keseimbangan pengelolaan hutan, pengembangan wisata alam, dan penguatan nilai keagamaan.
“Kawasan hutan tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga nilai sosial, budaya, dan spiritual. Melalui kegiatan ini, kami mendorong kesadaran bahwa menjaga alam adalah bagian dari ibadah dan tanggung jawab manusia,” kata Misbakhul Munir.
Menurut dia, Perhutani KPH Bondowoso berkomitmen mengelola hutan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat, tokoh agama, dan pemangku kepentingan lainnya. Kegiatan keagamaan di kawasan wisata alam dinilai mampu memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap hutan.
Dalam ceramahnya, Achmad Azaim Ibrahimy menekankan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan. Ia menyebut kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari ajaran Islam yang menjunjung prinsip rahmatan lil alamin.
“Kerusakan alam berawal dari kelalaian manusia. Menjaga hutan dan seluruh ciptaan Allah adalah tanggung jawab bersama demi masa depan generasi mendatang,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, kelestarian alam, dan keberkahan di Tahun 2026. Hadir, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Kepala Dinas Pariwisata Situbondo Siti Ainun Jariyah, Ketua MUI Situbondo Habib Muhammad Abu Bakar Al Muhdor, Ketua PCNU Situbondo Moh. Muhyidin Khotib, serta jajaran Forkopimda Situbondo.
Komentar
Berita Terbaru
IDM Sambut Wisatawan Pertama 2026 di Destinasi Candi
2 Januari 2026
18:57
Dandim 0824/Jember Tegaskan Fakta Medis Wafatnya Serka Putu Menaka Karena Henti Jantung, Bukan Miras
2 Januari 2026
18:20
Perhutani KPH Bondowoso Gelar Beach Forest Bersholawat Awali 2026
2 Januari 2026
07:55
PCNU Banyuwangi Akan Gelar Konfercab untuk Menjaga Khittah Organisasi
1 Januari 2026
20:39
Hiburan dan Wahana Baru Dongkrak Kunjungan ke Agro Wonosari
1 Januari 2026
15:52
Berita Terpopuler