Detail Berita

Ekonomi & Bisnis

IDM Sambut Wisatawan Pertama 2026 di Destinasi Candi

Pewarta : Evelyne

02 Januari 2026

18:57

IDM Sambut Wisatawan di Destinasi Candi, 1 Januari 2026 (foto : Istimewa)

YOGYAKARTA, enewsindo.co.id - InJourney Destination Management (IDM) menyambut lima wisatawan pertama yang berkunjung ke Candi Borobudur, Candi Prambanan, Keraton Ratu Boko, serta unit Teater dan Pentas pada awal tahun 2026.

Tradisi tahunan ini menjadi simbol penghormatan kepada wisatawan sekaligus penanda komitmen IDM dalam memberikan layanan pariwisata berbasis budaya dan keberlanjutan di kawasan Taman Wisata Candi (TWC).

Penyambutan dilakukan langsung oleh jajaran direksi dan manajemen IDM yang mengenakan busana tradisional Jawa. Rangkaian kegiatan dimulai dengan pengalungan syal batik ecoprint di pintu masuk destinasi, dilanjutkan arak-arakan seni tradisi bregodo menuju area utama kunjungan.

Sebagai bagian dari kegiatan awal tahun, wisatawan pertama bersama jajaran direksi IDM juga melakukan penanaman pohon Bungur di kawasan destinasi. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengajak wisatawan berpartisipasi dalam upaya pelestarian lingkungan di kawasan cagar budaya.


Direktur Komersial IDM, Gistang Panutur, mengatakan bahwa penyambutan wisatawan pertama bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi komitmen perusahaan dalam menghadirkan pengalaman wisata yang bermakna dan berakar pada nilai budaya lokal.

“Penyambutan ini menandai awal perjalanan kami di tahun 2026. Melalui tradisi budaya dan keterlibatan wisatawan dalam penanaman pohon, kami ingin menegaskan bahwa pengelolaan destinasi tidak hanya berorientasi pada kunjungan, tetapi juga pada keberlanjutan dan pelestarian nilai-nilai luhur,” ujar Gistang, Kamis (1/1/2026).

Pohon Bungur (Lagerstroemia speciosa) dipilih karena memiliki makna simbolis dalam tradisi Jawa sebagai lambang kemakmuran dan kesuburan, sekaligus menjadi bagian dari lanskap kawasan candi. Selain penanaman pohon, wisatawan juga menerima cendera mata berupa syal eco-print bermotif flora lokal, seperti daun Bungur dan daun Bodhi, serta paket benih pohon untuk ditanam secara mandiri.

Salah seorang pengunjung pertama di Keraton Ratu Boko, Darma, wisatawan asal Tangerang, mengaku terkesan dengan pengalaman yang diterimanya. Menurut dia, kunjungan tersebut menjadi pengalaman pertamanya ke Ratu Boko sekaligus meninggalkan kesan mendalam.

“Saya melihat Ratu Boko sebagai destinasi yang tertata dengan baik, terutama dari sisi lingkungan dan kebersihannya. Penyambutan ini menjadi pengalaman yang berkesan bagi saya,” ujarnya.

IDM menilai pendekatan yang memadukan unsur budaya, sejarah, dan pelestarian lingkungan perlu terus diperkuat untuk menjadikan destinasi cagar budaya sebagai ruang wisata, edukasi, dan refleksi spiritual.

Sementara itu, pada periode libur Natal dan Tahun Baru, yakni 20–31 Desember 2025, destinasi Taman Wisata Candi dan unit Teater dan Pentas mencatat total kunjungan sebanyak 285.060 wisatawan. Angka tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap destinasi warisan budaya.

Candi Prambanan mencatat kunjungan tertinggi dengan 174.798 wisatawan. Puncak kunjungan terjadi pada 27 Desember 2025 dengan 19.617 orang. Taman Wisata Candi Borobudur mencatat total 96.092 kunjungan, dengan puncak pada 26 Desember 2025 sebanyak 11.726 wisatawan.

Adapun Keraton Ratu Boko dikunjungi 8.978 wisatawan, dengan puncak kunjungan pada 28 Desember 2025 sebanyak 1.052 orang. Di sektor seni pertunjukan, unit Teater dan Pentas mencatat 5.944 penonton, dengan puncak pada 25 Desember 2025 yang mencapai 818 orang.

“Capaian kunjungan ini menjadi landasan bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan, sehingga wisatawan tidak hanya membawa pulang dokumentasi visual, tetapi juga pemahaman dan apresiasi yang lebih dalam terhadap warisan budaya Indonesia,” kata Gistang.

Tags : #InJourney Destination Management #IDM #Wisata Indonesia #Tahun Baru 2026 #Pariwisata Nasional #Candi Borobudur #Candi Prambanan #Keraton Ratu Boko #Taman Wisata Candi #Wisata Budaya

Ikuti Kami :

Komentar