Detail Berita
Longsor Parsikaman, Bantuan Tak Kunjung Datang, Puluhan Korban dan Wartawan Terjebak
Pewarta : Evelyne
28 November 2025
22:26
Longsor Parsikaman, Bantuan Tak Kunjung Datang, Puluhan Korban dan Wartawan Terjebak pada Jum'at 28 November 2025 (Foto : Istimewa)
TAPANULI SELATAN, enewsindo.co.id - Hujan deras yang mengguyur sejak Kamis sore (27/11/2025) memicu longsor besar di wilayah Parsikaman sekitar pukul 23.22 WIB. Bencana ini bukan hanya menutup akses utama dan melumpuhkan aktivitas warga, tetapi juga memicu situasi darurat yang hingga kini belum tertangani secara optimal.
Longsor tersebut menelan korban jiwa. Informasi awal menyebutkan puluhan orang dilaporkan meninggal dunia. Namun, proses evakuasi belum dapat dilakukan lantaran akses jalan sepenuhnya tertutup material longsor dan sinyal komunikasi di wilayah terdampak mengalami gangguan parah.
Salah satu korban yang terjebak adalah wartawan Intel Pos News, Budi Cahyono, yang saat kejadian tengah dalam perjalanan dari Tarutung menuju Sibolga bersama istri dan anaknya. Kerusakan jalan yang parah memaksa keluarga ini berjalan kaki sejauh 31 kilometer kembali ke arah Tarutung demi mencari zona aman.
Dalam kondisi tanpa makanan, tanpa air bersih, serta diterpa cuaca ekstrem, Budi berupaya mencari bantuan dengan menghubungi BPBD Sumatera Utara, BPBD Tapanuli Tengah, pihak kepolisian, hingga sejumlah anggota DPRD. Namun hingga laporan ini diturunkan, respons yang diharapkan belum juga diterima.
Rekan Budi, Asri Hamdani Panggabean, kepada enewsindo.co.id menyebut lambannya penanganan ini memicu gelombang kritik dari berbagai pihak. “Respons cepat adalah hal paling dasar dalam kondisi seperti ini. Ketika bantuan tak kunjung datang, risiko korban bertambah semakin besar,” ujarnya, Juma'at (28/11/2025).
Asri menilai bencana ini menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah maupun pusat untuk memperbaiki kesiapsiagaan menghadapi bencana. Ia mendesak pembukaan akses darurat serta pengiriman tim penyelamat sesegera mungkin.
“Selain itu, penyaluran bantuan logistik bagi para korban yang masih bertahan di lokasi terisolasi sangat mendesak,” tambahnya.
Peristiwa ini menambah daftar panjang bencana hidrometeorologi yang menimpa wilayah Tapanuli sepanjang musim hujan tahun ini. Warga berharap pemerintah bergerak cepat agar jumlah korban tidak terus bertambah dan kondisi darurat segera teratasi.
Komentar
Berita Terbaru
Hujan Deras, Pasar Cerme Bondowoso Terendam Banjir
12 Januari 2026
07:28
Reog dan Sisingaan Hidupkan Malam Perayaan di Bandar Klippa
11 Januari 2026
16:38
Momen Haru Perpisahan Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama, Terima Kasih Masyarakat Osing
10 Januari 2026
22:59
Anisatul Hamidah Lulus Doktor Hukum Unej, Disertasi Fakir Miskin Raih Cumlaude
10 Januari 2026
22:45
Tokoh Pemuda Bondowoso Habib Alwi Hadiri Sertijab Pangdivif 2 Kostrad, Ucapkan Selamat dan Apresiasi
10 Januari 2026
17:04
Berita Terpopuler