Detail Berita
Cuaca Ekstrem, Binakal Longsor, Bondowoso Dikepung Genangan Air
Pewarta : Eko
14 November 2025
19:58
Salah satu Dapur Warga di Kecamatan Binakal terkena Longsor pada 14 November 2025 (Foto : Eko)
BONDOWOSO, enewsindo.co.id - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bondowoso pada Jumat sore (14/11/2025) kembali memperlihatkan betapa rentannya wilayah ini terhadap cuaca ekstrem.
Tidak hanya meninggalkan genangan di sejumlah lokasi, hujan dengan intensitas tinggi tersebut juga memicu terjadinya longsor di kawasan perdesaan.
Seperti di dua desa di Kecamatan Binakal, yakni Sumber Tengah dan Jeruk Sok sok. Jum'at Sore Tanah yang jenuh akibat curah hujan tinggi tidak mampu lagi menahan tekanan air.
Camat Binakal, Ivan, saat dikonfirmasi enewsindo.co.id melalui sambungan seluler, membenarkan adanya peristiwa longsor yang mengakibatkan robohnya plengsengan di RT 3 Desa Jeruk Soksok.
“Seperti kejadian robohnya plengsengan di Desa Jeruk Sok-sok RT 3 Kecamatan Binakal menjadi penyebab terjadinya longsor,” ujarnya.
Di balik pernyataan tersebut, tersirat kondisi lapangan yang memprihatinkan. Tanah yang sepenuhnya jenuh membuat struktur plengsengan tidak mampu bertahan.
Material longsor bahkan meluncur hingga mengenai bagian dapur salah satu rumah warga. Meski tak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini memberi gambaran nyata bahwa banyak titik rawan longsor berada sangat dekat dengan permukiman penduduk.
Ivan menyampaikan bahwa pemerintah desa telah menyiapkan langkah awal berupa kerja bakti bersama warga untuk membersihkan dan menata kembali titik longsor. Namun rencana itu masih menunggu cuaca membaik. “Saat ini hujan masih deras sekali,” tambahnya.
Dampak hujan ekstrem tidak hanya melanda wilayah perdesaan. Di pusat Kota Bondowoso, air meluap di sejumlah ruas jalan penting, salah satunya Jalan Brigpol Sudarlan (kawasan Nangkaan).
Abdurahman, mantan Camat Kota yang tinggal di kawasan tersebut, menyebut air melimpas ke badan jalan sepanjang ruas Nangkaan. “Air meluap sepanjang Jalan Nangkaan,” ungkapnya.
Fenomena serupa terjadi di Kampung Arab dan Jalan HOS Cokroaminoto. Erna, warga setempat, menuturkan bahwa banjir terjadi akibat bertemunya limpahan air hujan dengan aliran sungai yang meluap. “Air hujan dan sungai menyatu, akhirnya terjadi banjir,” jelasnya.
Situasi ini menunjukkan betapa besar tekanan pada sistem drainase kota yang belum mampu mengalirkan volume air secara cepat, terutama ketika hujan datang bersamaan dengan kenaikan debit sungai.
Hingga Jumat malam, pemerintah kecamatan dan desa masih terus memantau kondisi di lapangan. Namun tindakan lanjutan berupa pembersihan material longsor maupun normalisasi saluran air belum dapat dilakukan secara optimal karena hujan belum sepenuhnya reda.
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Lapas Banyuwangi Potong 12 Hewan Kurban, Warga Binaan Bakal Nyate Bareng
27 Mei 2026
15:22
Hukum & Politik
Sambut Iduladha 1447 H, Polres Nias Selatan Salurkan 8 Ekor Hewan Qurban
27 Mei 2026
15:11
Hukum & Politik
Warga Binaan Lapas Banyuwangi Diajak Petik Hikmah Keikhlasan dalam Salat Idu ladha
27 Mei 2026
15:01
Ekonomi & Bisnis
Manajer Kebun Blawan, Kurban Jadi Momentum Perkuat Solidaritas Sosial
27 Mei 2026
14:56
Ekonomi & Bisnis
PTPN I Regional 5 Kebun Glantangan Serahkan Tiga Kambing Kurban ke Dua Masjid di Idul Adha 2026
27 Mei 2026
14:02