Detail Berita
Survei Migas Tetap Beroperasi, Pemerintah Dinilai Tutup Mata, Nelayan Kangean Melawan
Pewarta : Ainur Rahman
12 November 2025
11:00
Perairan Bheto Tete Pulau Kangean Tempat massa aksi standby di laut, pada 12 November 2025 (Foto : Ainur Rahman)
KANGEAN, enewsindo.co.id - Aksi pengusiran terhadap tim survei seismik di perairan Pulau Kangean kembali terjadi. Ratusan masyarakat dan nelayan setempat melakukan aksi spontan di laut Kangean sebagai bentuk penolakan terhadap kegiatan eksplorasi migas yang dinilai mengancam ruang hidup mereka.
Aksi tersebut merupakan lanjutan dari penolakan yang telah berlangsung beberapa waktu terakhir. Masyarakat mengaku geram karena kegiatan survei seismik tetap dilakukan meski telah berkali-kali diminta untuk dihentikan oleh warga.
“Kami sudah berulang kali mengusir mereka secara baik-baik, tapi tidak diindahkan. Mereka tetap beroperasi seolah tidak ada penolakan dari masyarakat."ujar Busri salah satu perwakilan nelayan di lokasi.
Busri menegaskan, selagi kapal mereka masih ada di perairan pulau kangean, dirinya bersama nelayan tidak kan berhenti mengusir tim survei Seismik. "Terlihat hari ini mereka haru hengkang dari pulau kami, hari ini kami semua stanby di laut 24 jam untuk memastikan mereka tidak beroperasi lagi” tegasnya.
Masyarakat menilai bahwa sikap diam pemerintah daerah menunjukkan adanya keberpihakan terhadap kepentingan korporasi. Mereka menuding bahwa pemerintah kabupaten maupun provinsi seolah sengaja memberi jalan bagi kegiatan survei demi kepentingan pribadi dan investasi asing, tanpa mempertimbangkan dampak sosial dan ekologis yang akan ditanggung oleh warga Kangean.
“Pemerintah sepertinya menutup mata dan telinga terhadap suara rakyatnya sendiri. Kami merasa seperti tidak dianggap, dengan apa kami akan bersikap dan bagaimana kami bersikap agak pemerintah mendengar dan melihat kami,” cetus Mamang perwakilan Pemuda Kangean.
Aksi di laut hari ini berjalan dengan penuh ketegangan namun tetap kondusif. Nelayan menggunakan perahu tradisional mendekati kapal survei sambil membentangkan spanduk bertuliskan. “Hentikan Survei Seismik di Laut Kangean!” dan menyerukan agar kegiatan tersebut segera dihentikan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah daerah maupun perwakilan tim survei belum memberikan keterangan resmi terkait aksi pengusiran tersebut. Masyarakat berkomitmen akan terus melakukan penolakan hingga kegiatan survei benar-benar dihentikan dan laut Kangean terbebas dari ancaman eksploitasi.
Komentar
Berita Terbaru
Hujan Deras, Pasar Cerme Bondowoso Terendam Banjir
12 Januari 2026
07:28
Reog dan Sisingaan Hidupkan Malam Perayaan di Bandar Klippa
11 Januari 2026
16:38
Momen Haru Perpisahan Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama, Terima Kasih Masyarakat Osing
10 Januari 2026
22:59
Anisatul Hamidah Lulus Doktor Hukum Unej, Disertasi Fakir Miskin Raih Cumlaude
10 Januari 2026
22:45
Tokoh Pemuda Bondowoso Habib Alwi Hadiri Sertijab Pangdivif 2 Kostrad, Ucapkan Selamat dan Apresiasi
10 Januari 2026
17:04
Berita Terpopuler