Detail Berita
Ratusan Alumni Sukorejo dari Kangean Berlayar ke Asembagus Hadiri Haul
Pewarta : Ainur Rahman
06 November 2025
23:50
Alumni Ponpes Sukorejo Kangean hadiri Haul Majemuk pada 6 November 2025 (foto : Ainur Rahman)
KANGEAN, enewsindo.co.id - Ratusan alumni dan simpatisan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, berangkat dari Pelabuhan Batu Guluk, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, menuju Pelabuhan Jangkar, Asembagus, Kamis (6/11/2025).
Keberangkatan mereka bertujuan menghadiri Haul Majemuk, sebuah tradisi tahunan yang digelar oleh pesantren besar tersebut untuk mengenang jasa para pendiri dan ulama kharismatik Sukorejo.
Para alumni tampak mengenakan seragam almamater IKSASS (Ikatan Santri dan Alumni Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo) dan melantunkan shalawat sepanjang perjalanan laut.
Menurut salah satu koordinator rombongan, Sanawi, kegiatan ini merupakan bentuk cinta dan keta’diman santri kepada para masyayikh dan kiai Sukorejo.
“Bagi kami, menghadiri Haul Majemuk bukan sekadar agenda tahunan, melainkan napak tilas spiritual. Ini cara kami memperbarui niat pengabdian dan memperkuat ikatan batin dengan pesantren serta para guru,” ujarnya.
Sanawi menegaskan, penghormatan itu terutama ditujukan kepada almarhum KH. Syamsul Arifin, KH. As’ad Syamsul Arifin, KH. R. Fawaid As’ad, serta keluarga besar pendiri pondok yang dikenal sebagai ulama kharismatik dan tokoh pejuang kemerdekaan.
Haul Majemuk sendiri menjadi momentum besar bagi ribuan santri, alumni, dan masyarakat dari berbagai daerah. Acara tersebut biasanya diisi dengan doa bersama, pembacaan tahlil, dan pengajian umum yang sarat dengan nilai keikhlasan serta semangat kebersamaan.
“Kami berharap keikutsertaan ini membawa keberkahan dan menjadi pengingat agar nilai-nilai keilmuan serta akhlak yang diajarkan para kiai tetap tertanam kuat dalam kehidupan kami,” tutur seorang simpatisan.
Rombongan alumni dan simpatisan IKSASS Kangean itu berangkat dengan semangat tinggi. Mereka meyakini, perjalanan spiritual ke Sukorejo bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan batin yang memperkuat rasa cinta kepada pesantren.
“Bagi santri, pesantren bukan hanya tempat menuntut ilmu, tetapi rumah tempat jiwa kembali,” kata salah satu peserta dengan mata berkaca-kaca.
Keberangkatan ratusan alumni ini menjadi bukti nyata bahwa semangat “Berjuang Bersama, Mengabdi Tanpa Batas” motto Ikatan Santri dan Alumni Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo masih hidup dan terus berdenyut di hati para santri di manapun mereka berada.
Komentar
Berita Terbaru
Pemprov Jatim Percepat Pembangunan Ulang Jembatan Sentong Bondowoso
25 Februari 2026
19:39
Imigrasi Jember Jemput Bola Layani WNA Lewat Rumah Ramah HAM
25 Februari 2026
19:00
DPRD Trenggalek Soroti Penghentian Insentif 971 Kader KB
25 Februari 2026
16:49
DPRD Trenggalek Desak Persiapan Pilkades 2027 Tak Tunggu PP
25 Februari 2026
10:11
Izin Apotek Berbelit, Komisi IV DPRD Trenggalek Panggil OPD Terkait
24 Februari 2026
17:42
Berita Terpopuler