Detail Berita
Tambang Migas Ancam Pulau Kangean, Ribuan Warga Gelar Istigasah dan Munajat
Pewarta : Ainur Rahman
02 November 2025
10:16
Warga Kangean Gelar Istighosah Akbar dan Munajat, Tolak Eksplorasi Migas di alun alun Arjasa - Sumenep 2 Oktober 2025 (foto : Ainur Rahman)
SUMENEP, enewsindo.co.id - Ribuan masyarakat Pulau Kangean memadati Lapangan Alun-Alun Kota Arjasa, Kabupaten Sumenep, Minggu (2/11/2025), untuk mengikuti Istigasah Akbar dan Munajat Keselamatan Pulau Kangean.
Kegiatan keagamaan ini digagas oleh Ikatan Santri dan Alumni Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo (IKSASS) Rayon Kangean sebagai bentuk kepedulian spiritual terhadap ancaman aktivitas tambang minyak dan gas bumi (migas) di wilayah mereka.
Sejak pagi, masyarakat dari berbagai penjuru Pulau Kangean berdatangan ke lokasi acara. Lapangan alun-alun tampak dipenuhi jamaah yang membawa sajadah dan alat ibadah, menciptakan suasana khidmat dan penuh kebersamaan.
Acara diawali dengan pembacaan Ratibul Haddad, dilanjutkan dengan istigasah dan pembacaan Surat Yasin yang dipimpin para kiai, ustaz, dan tokoh agama setempat.
Para jamaah memanjatkan doa agar Pulau Kangean dijauhkan dari bencana dan kerusakan lingkungan akibat rencana tambang migas yang menjadi kekhawatiran warga.
Ketua IKSASS Rayon Kangean, Mahmudi, S.Hi, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan aksi politik, melainkan bentuk munajat spiritual dan solidaritas moral masyarakat untuk menjaga kelestarian tanah kelahiran mereka.
“Kami memohon kepada Allah agar Pulau Kangean diselamatkan dari bencana ekologis dan sosial. Tambang migas bukan hanya soal ekonomi, tapi soal masa depan anak cucu kita,” ujar salah satu pengurus IKSASS.
Selain doa bersama, Mahmudi juga menyerukan agar masyarakat tetap guyub, damai, dan tidak saling fitnah, serta menjaga kerukunan antar warga. Ia berharap perusahaan migas yang beroperasi di sekitar Kangean segera hengkang agar masyarakat dapat hidup tenteram.
Acara ditutup dengan pembacaan Shalawat Badar, yang dimaknai sebagai peneguhan semangat jihad dalam menjaga alam sebagai amanah Tuhan. Panitia juga menyiapkan area khusus bagi jamaah perempuan serta pos kesehatan dan konsumsi bagi peserta dari luar daerah.
Kegiatan ini digelar di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap rencana eksplorasi dan eksploitasi migas di perairan sekitar Pulau Kangean, yang dinilai berpotensi merusak ekosistem laut dan mengancam penghidupan nelayan.
“Menjaga alam adalah menjaga iman. Kita tidak ingin tanah kelahiran kita hancur karena keserakahan manusia. Mari terus berdoa dan berjuang dengan cara damai,” ujar salah satu kiai dalam doa penutup.
Komentar
Berita Terbaru
Pemprov Jatim Percepat Pembangunan Ulang Jembatan Sentong Bondowoso
25 Februari 2026
19:39
Imigrasi Jember Jemput Bola Layani WNA Lewat Rumah Ramah HAM
25 Februari 2026
19:00
DPRD Trenggalek Soroti Penghentian Insentif 971 Kader KB
25 Februari 2026
16:49
DPRD Trenggalek Desak Persiapan Pilkades 2027 Tak Tunggu PP
25 Februari 2026
10:11
Izin Apotek Berbelit, Komisi IV DPRD Trenggalek Panggil OPD Terkait
24 Februari 2026
17:42
Berita Terpopuler