Detail Berita
Warga Sambakati Konsolidasi Tolak Rencana Tambang Migas di Pulau Kangean
Pewarta : Ainur Rahman
30 Oktober 2025
21:36
Konsolidasi Masyarakat Desa Sambakati, Tolak Tambang Migas pada 30 Oktober 2025 (Foto : Ainur Rahman)
KANGEAN, enewsindo.co.id - Masyarakat Desa Sambakati, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, menggelar konsolidasi terbuka sebagai bentuk perlawanan warga terhadap ancaman eksploitasi sumber daya alam atau Migas di wilayah pulau Kangean, Kamis malam (30/10/2025).
Pertemuan yang berlangsung di rumah Bang Mpong itu, dihadiri oleh tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta perwakilan kelompok nelayan dan petani dari berbagai dusun di Desa Sambakati.
Dalam forum tersebut, masyarakat secara tegas menyatakan menolak seluruh bentuk aktivitas tambang migas di Pulau Kangean. Mereka menilai, proyek tersebut berpotensi merusak lingkungan hidup, mengancam mata pencaharian warga, serta mengganggu keseimbangan ekosistem laut dan pesisir.
Tokoh masyarakat Bang Mpong menegaskan, gerakan ini merupakan wujud kesadaran kolektif warga untuk menjaga tanah kelahiran dari eksploitasi yang dinilai tidak berpihak pada rakyat.
“Kami bukan anti pembangunan, tapi kami menolak jika pembangunan itu merusak alam dan mengorbankan kehidupan masyarakat. Kangean ini rumah kami, bukan lahan percobaan tambang,” tegasnya.
Isno salah satu dari tokoh agama yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan pandangannya, bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual umat.
“Proyek migas di pulau kecil seperti Kangean sangat berisiko terhadap keberlanjutan sumber air, laut, dan pesisir yang selama ini menjadi sumber utama kehidupan warga,” ujarnya.
Sementara itu, Perwakilan pemuda Desa Sambakati, Ncung, menambahkan bahwa pemuda harus bersatu dan kritis terhadap narasi ekonomi yang dibangun oleh pihak-pihak berkepentingan.
“Kita harus berdiri di atas kebenaran dan menjaga masa depan generasi berikutnya. Jangan biarkan pulau kita dijual demi keuntungan segelintir orang,” serunya.
Ncung juga menjelaskan bahwa kegiatan konsolidasi ini menjadi momentum memperkuat jaringan antarwilayah di Pulau Kangean. Forum berencana membentuk tim komunikasi masyarakat untuk mencegah disinformasi dan mengawal informasi terkait proyek migas tersebut.
“Agenda ini bagian dari penguatan akar rumput agar masyarakat memiliki posisi kuat dalam menyuarakan aspirasi secara damai dan konstitusional. Kangean bukan untuk dijual, Kangean untuk anak cucu kita,” tegasnya.
Di akhir acara, seluruh peserta menyepakati satu komitmen bersama, menjaga Pulau Kangean dari ancaman eksploitasi dan memastikan pembangunan harus berpihak pada kepentingan masyarakat, bukan korporasi.
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Akhir 2026, Pemkab Jember Targetkan Seluruh ASN Beralih ke e-Kinerja BKN
9 Oktober 2026
18:08
Ekonomi & Bisnis
Siapkan IB Gratis Sapi Red Brahman, DKPPP Jember Sinkronkan Birahi Ternak
9 Oktober 2026
17:36
Pendidikan & Teknologi
Harmoni Tangguh dari Ujung Timur Jawa, MTsN 1 Banyuwangi Unjuk Prestasi di Kejurprov Drum Band PDBI Jatim 2026
9 Oktober 2026
17:25
Hukum & Politik
Pasutri Pembuang Bayi di Kalibaru Banyuwangi Ditangkap, Polisi Telusuri Motif
9 Oktober 2026
16:06
Hukum & Politik
Mobil Cinta Diluncurkan, Pasien di Jember Tak Perlu Bingung Cari Kendaraan untuk Pulang
9 Oktober 2026
15:53