Detail Berita
Ratusan Warga Kolo-kolo Kangean Geruduk Kantor Desa, Desak Kades Tolak Eksploitasi Migas
Pewarta : Ainur Rahman
02 Oktober 2025
10:19
Koordinasi Aksi Nurhasan berorasi di depan Kantor Desa Kolo-Kolo pada 2 September 2025 (Foto : Ainur Rahman)
KANGEAN, enewsindo.co.id - Aliansi masyarakat Desa Kolo-kolo dan Desa Angkatan, Kamis (2/10/2025), mendatangi Kantor Kepala Desa Kolo-kolo. Mereka menuntut Kepala Desa (Kades) Mahfud agar secara resmi mendeklarasikan penolakan terhadap rencana eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi (migas) oleh PT Kangean Energy Indonesia (KEI) di pulau Kangean.
Aksi ini merupakan tindak lanjut dari insiden pada Minggu malam, 28 Februari 2025, ketika warga mencurigai adanya upaya sosialisasi terselubung dari pihak perusahaan. Pada malam itu, warga Desa Kolo-kolo menghentikan sebuah mobil Avanza putih yang melintas di area persawahan. Mobil tersebut ternyata ditumpangi oleh Kepala Desa Kolo-kolo sendiri.
“Warga langsung meminta sopir berhenti dan menanyakan identitas serta tujuan mereka. Setelah itu, pertemuan spontan dilakukan di sebuah mushala. Di sana warga menyatakan kewaspadaan penuh terhadap masuknya pihak luar, khususnya perusahaan migas,” kata Misnaden salah satu masyarakat Desa Kolo-kolo.
Kecurigaan warga muncul karena PT KEI dinilai melakukan sosialisasi secara sepihak dan diam-diam. Warga khawatir adanya upaya memberikan imbalan kepada masyarakat agar menerima proyek tersebut. Karena itu, mereka sepakat meningkatkan pengawasan terhadap orang maupun kendaraan yang masuk ke kawasan Dusun Aeng Larangan (Desa Kolo-kolo), Aeng Pao, dan Patereman (Desa Angkatan).
Menurut koordinator aksi, Nurhasan, lebih dari 90 persen warga di kedua desa tersebut bekerja sebagai petani. Mereka khawatir rencana eksploitasi migas akan mengancam lahan pertanian dan mata pencaharian. “Titik pengeboran migas berada di Desa Angkatan yang bersebelahan dengan Desa Kolo-kolo. Karena itu, kami mendesak Kepala Desa untuk segera menandatangani sikap resmi penolakan,” tegasnya.
Pertemuan finalisasi deklarasi penolakan dijadwalkan akan diinisiasi langsung oleh Kepala Desa. Hasilnya akan menjadi dasar langkah konkret masyarakat dalam menolak eksploitasi migas di Kepulauan Kangean.
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Sambut Iduladha 1447 H, Polres Nias Selatan Salurkan 8 Ekor Hewan Qurban
27 Mei 2026
15:11
Hukum & Politik
Warga Binaan Lapas Banyuwangi Diajak Petik Hikmah Keikhlasan dalam Salat Idu ladha
27 Mei 2026
15:01
Ekonomi & Bisnis
Manajer Kebun Blawan, Kurban Jadi Momentum Perkuat Solidaritas Sosial
27 Mei 2026
14:56
Ekonomi & Bisnis
PTPN I Regional 5 Kebun Glantangan Serahkan Tiga Kambing Kurban ke Dua Masjid di Idul Adha 2026
27 Mei 2026
14:02
Ekonomi & Bisnis
Idul Adha 2026, Bang Ahmad Kurban Sapi 0,8 Ton di Ponpes Wali Songo
27 Mei 2026
13:44