Detail Berita
Beasiswa Cinta Bergema, Ikhtiar Panjang Jember Menaikkan Derajat Pendidikan
Pewarta : Evelyn
17 September 2025
16:12
Tulus Wijaya dengan salah satu peserta seleksi Beasiswa Cinta Bergema pada 17 September 2025 (Foto : Evelyn)
JEMBER, Enewsindo.co.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mulai merealisasikan program besar di bidang pendidikan dengan meluncurkan Enam jenis Beasiswa bagi Mahasiswa yakni Beasiswa Cinta Bergema, salah satu program prioritas Bupati Jember Muhammad Fawait.
Target yang dipasang pun tidak tanggung-tanggung yakni 20 ribu beasiswa. Namun, hanya untuk Mahasiswa asal Kabupaten Jember. Program tersebut dibagikan secara bertahap, tahun 2025 ini ditetapkan sebagai tahap awal dengan jumlah Delapan ribu beasiswa.
"Beasiswa ini diperuntukkan khusus bagi mahasiswa yang berdomisili atau ber-KTP Jember. Namun, perguruan tinggi yang ditempuh tidak dibatasi, negeri maupun swasta, di dalam maupun luar daerah, bahkan hingga ke luar negeri," ujar Tulus Wijaya Sekretaris III Panitia dari Dinas Pendidikan Jember, Rabu (17/9/2025).
Sejak launching pada 18 Juni, lanjut Tulus, program ini langsung menyedot perhatian luas. Masa pendaftaran yang berlangsung 30 Juni - 10 Juli diikuti 17.351 mahasiswa. Dari jumlah itu, sekitar 13.000 lolos seleksi administrasi dan 12.000 lebih dipanggil untuk mengikuti tes wawancara.
"Jumlah tersebut, menunjukkan betapa tingginya kebutuhan mahasiswa Jember terhadap dukungan biaya pendidikan," lanjutnya.
Ia menerangkan bahwa tujuan utama program ini adalah menaikkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Jember. Dengan kata lain, beasiswa bukan hanya bantuan finansial, tetapi investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah.
“Rata-rata lama sekolah di Jember, baru 6,5 tahun. Nah, melalui beasiswa ini, diharapkan masyarakat Jember bisa menempuh pendidikan lebih tinggi, sehingga IPM ikut terdongkrak,” jelas Tulus.
Pria yang bekerja sebagai Kepala Bidang Pembinaan SMP di Dinas Pendidikan (Diknas) Jember ini mengungkapkan, Proses seleksi wawancara yang digelar di Gedung Olahraga Kecamatan Patrang itu melibatkan 27 penguji.
"Jadi, setiap meja terdiri dari seorang penguji dan satu pendamping yang mengelola aplikasi data," ungkapnya
Untuk penguji kata Tulus, pihaknya melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sesuai dengan jenis beasiswa. Afirmasi ekonomi atau bagi keluarga miskin, pengujinya didominasi Dinas Sosial (Dinsos).
"Untuk beasiswa santri Pondok Pesantren dan hafiz Al-Qur’an, kita melibatkan Kantor Kementrian Agama (Kemenag)," ucap Tulus.
Sedangkan untuk beasiswa khusus anak profesi, seperti kader posyandu, anak petani, anak nelayan, anak pekerja sektor kesejahteraan, serta penyandang disabilitas, seleksi dilakukan bersama Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, serta perwakilan kecamatan dan desa.
"Kolaborasi lintas instansi ini diharapkan membuat proses seleksi lebih objektif, transparan, dan berkeadilan untuk langkah Panjang Menuju 20 Ribu Beasiswa." Pungkasnya .
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Akhir 2026, Pemkab Jember Targetkan Seluruh ASN Beralih ke e-Kinerja BKN
9 Oktober 2026
18:08
Ekonomi & Bisnis
Siapkan IB Gratis Sapi Red Brahman, DKPPP Jember Sinkronkan Birahi Ternak
9 Oktober 2026
17:36
Pendidikan & Teknologi
Harmoni Tangguh dari Ujung Timur Jawa, MTsN 1 Banyuwangi Unjuk Prestasi di Kejurprov Drum Band PDBI Jatim 2026
9 Oktober 2026
17:25
Hukum & Politik
Pasutri Pembuang Bayi di Kalibaru Banyuwangi Ditangkap, Polisi Telusuri Motif
9 Oktober 2026
16:06
Hukum & Politik
Mobil Cinta Diluncurkan, Pasien di Jember Tak Perlu Bingung Cari Kendaraan untuk Pulang
9 Oktober 2026
15:53