Detail Berita
Sikap Ponpes As Islah : Aksi Demo yang Mengarah Kriminalitas Itu Tidak Benar
Pewarta : Eko
01 September 2025
19:39
Gus Thoha (baju jubah biru) di Ponpes Al Islah, 1 September 2025 (Foto : Eko/Redaksi)
BONDOWOSO, enewsindo.co.id - Aksi demonstrasi yang awalnya berlangsung kondusif namun berujung ricuh hingga menyebabkan pembakaran gedung DPRD, kantor pemkab, sejumlah fasilitas umum, bahkan penjarahan rumah rumah 4 anggota DPR, mendapat perhatian serius dari KH Thoha Yusuf Zakaria Lc, Pimpinan Pondok Pesantren Al Islah Grujugan Bondowoso, Senin sore (1/9/2025).
“Demo yang mengarah kepada tindakan kriminalitas itu tidak dibenarkan, baik menurut aturan pemerintah maupun aturan agama,” tegas KH Thoha yang akrab disapa Gus Thoha.
Menurutnya, menyampaikan aspirasi, kritik, maupun saran kepada pemerintah adalah hal yang diperbolehkan. Namun, cara penyampaiannya tidak boleh melalui tindakan anarkis.
“Kalau kita menyampaikannya dengan cara yang baik dan benar, insyaallah tanggapannya pun juga akan baik. Tetapi kalau caranya salah, maka cara itu yang harus diluruskan, supaya tidak menjurus kepada kerusakan, perusakan fasilitas umum, atau tindak kriminalitas. Allah tidak menyukai perbuatan merusak,” ujarnya.
Gus Thoha menekankan, penyelesaian suatu persoalan membutuhkan proses. Ia menganalogikan hal tersebut seperti pertumbuhan manusia. “Manusia tidak langsung bisa berlari. Dari bayi, ia belajar tengkurap, merangkak, berjalan, baru berlari. Begitu pula menyelesaikan masalah, tidak bisa langsung selesai dalam sekejap. Ada yang urgen dan harus segera ditangani, ada pula yang butuh waktu,” jelasnya.
Lebih lanjut, Gus Thoha memberi pesan khusus kepada para politisi di DPR RI agar tidak memamerkan kekayaan atau flexing di hadapan publik. “Itu hanya membuat masyarakat marah. Anggota DPR seharusnya dekat dengan rakyat dan menampung aspirasi mereka,” katanya.
Selain itu, ia juga mengingatkan pengguna media sosial agar bijak dan tidak mudah terprovokasi oleh adu domba. Untuk aparat penegak hukum, Gus Thoha mendukung langkah Propam Polri menindak tegas enam oknum yang menabrak pengemudi ojek online saat mengendarai kendaraan taktis.
“Yang paling penting sekarang adalah seluruh elemen bangsa harus kembali bersatu demi menjaga kondusivitas negara,” pungkasnya.
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Gibran Apresiasi Desain Pasar Banyuwangi, Minta Penyempurnaan Sebelum Beroperasi
11 Juli 2026
06:49
Hukum & Politik
Perhutani dan Pemkab Bondowoso Serahkan PKS Agroforestry Kopi kepada 141 Petani Sumberwringin
10 Juli 2026
09:43
Hukum & Politik
Bupati Nias Selatan Lantik 64 Pejabat, Tekankan Kerja Cepat dan Bersih dari KKN
10 Juli 2026
06:55
Hukum & Politik
Polres Sampang Amankan 12 Terduga Pelaku Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak, 15 Orang Masih Diburu
9 Juli 2026
16:47
Ekonomi & Bisnis
PTPN I Perkuat Kemitraan Lahan Tembakau di Jember, Dorong Kesejahteraan Petani
9 Juli 2026
16:40