Detail Berita
Pelaku Pembantaian Brutal di Umbulsari Meninggal Setelah dirawat di RSUD Dr. Soebandi
Pewarta : Hanif
12 Juni 2025
11:51
Ilustrasi terjadi nya sebuah pembunuhan. Kamis 12 Juni 2025 (Foto : Istimewa)
JEMBER, enewsindo.co.id - Imam Nurhaqiqi (30), pelaku pembantaian mengerikan di Desa Umbulsari, Jember, dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (12/6/2025) setelah sempat mendapatkan perawatan intensif di RSUD dr. Soebandi.
Ia sebelumnya ditembak polisi di bagian kaki karena melakukan perlawanan dengan menggunakan sebilah parang saat akan diamankan.
Tragedi berdarah ini terjadi pada Selasa malam (10/6/2025) sekitar pukul 20.15 WIB. Imam yang diketahui bekerja sebagai pemetik jeruk mendatangi rumah majikannya, Armanu (57), setelah sebelumnya menagih upah sebesar Rp150 ribu.
Tak lama berselang, Imam kembali dengan membawa celurit dan parang, lalu secara brutal membacok Armanu dari belakang hingga tewas di tempat.
Korban berikutnya adalah ayah kandungnya sendiri, Syafii (52), yang mencoba menenangkan pelaku namun justru dibacok hingga meregang nyawa. Dua korban lainnya adalah pamannya, Saminem (30), dan istrinya yang sedang hamil besar, Farida (23). Keduanya menderita luka berat akibat sabetan senjata tajam. Saminem meninggal dalam perjalanan menuju Puskesmas, sementara Farida masih dalam penanganan medis.
Warga yang panik segera melapor ke polisi. Saat aparat tiba di lokasi, Imam justru melawan dan menyerang petugas dengan parang. Perkelahian antara pelaku dan polisi pun tak terelakkan.
“Pelaku sempat berkelahi dengan anggota kami menggunakan senjata tajam jenis parang. Karena membahayakan, anggota terpaksa mengambil tindakan tegas dan terukur dengan menembak pelaku di bagian kaki,” ungkap AKP Angga Riatma, Kasat Reskrim Polres Jember.
Imam kemudian dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis akibat luka tembak dan menjalani perawatan selama 2 hari di RSUD Dr. Soebandi. Namun, pada Kamis pagi (12/6/2025), nyawanya dinyatakan tak tertolong.
Hingga kini motif pembantaian masih belum terungkap. Polisi menduga ada faktor kejiwaan atau tekanan batin yang menyebabkan pelaku mengamuk secara membabi buta. Kasus ini tetap didalami oleh Satreskrim Polres Jember.
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Warga Silo Datangi Makodim Jember, Tegaskan Dukungan Pembangunan Yon TP
27 Mei 2026
20:13
Hukum & Politik
Momentum Idul Adha, Bupati Nisel Ajak Warga Tingkatkan Kepedulian Sesama
27 Mei 2026
19:44
Hukum & Politik
Lapas Banyuwangi Potong 12 Hewan Kurban, Warga Binaan Bakal Nyate Bareng
27 Mei 2026
15:22
Hukum & Politik
Sambut Iduladha 1447 H, Polres Nias Selatan Salurkan 8 Ekor Hewan Qurban
27 Mei 2026
15:11
Hukum & Politik
Warga Binaan Lapas Banyuwangi Diajak Petik Hikmah Keikhlasan dalam Salat Idu ladha
27 Mei 2026
15:01