Detail Berita
Hukum & Politik
Ngopi Bareng Dwi Marhaen: Kisah dan Tugas Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara
Pewarta : Evelyne Enewsindo
15 Desember 2024
09:48
BANYUWANGI, enewsindo.co.id - Sabtu malam, 14 Desember 2024, menjadi momen istimewa di Kampong Kopi Lerek Gombengsari, Kalipuro. Di tengah atmosfer hangat, Hakim Said, Ketua sekaligus Founder Rumah Kebangsaan Basecamp Karangrejo (RKBK) Banyuwangi, bersama budayawan dan seniman Ki Pramoe Sakti, owner Kopi Lego Hariyono Ha'o, akademisi yang dosen UBI, Dr. Setyo Utomo dan Ketua Lentera Banyuwangi, H. Syafaat bertemu dan berbincang santai dengan Dwi Marhen Yono, S.STP, M.Si, Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia.
Dwi Marhen Yono, yang akrab disapa Marhaen, adalah putra asli Banyuwangi. Sejak dilantik pada 2022, ia telah mengemban tugas yang berat namun penuh kebanggaan, yakni mempromosikan keindahan pariwisata Indonesia ke seluruh pelosok Nusantara. Dalam obrolannya, ia berbagi cerita tentang suka duka tugas yang telah membawanya menyambangi 38 provinsi di Indonesia.
Tugas Utama Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara
Sebagai Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara, Dwi Marhen memiliki beberapa tugas penting, di antaranya:
1. Meningkatkan Daya Tarik Wisata Domestik
Mengembangkan strategi pemasaran kreatif untuk meningkatkan kunjungan wisatawan domestik ke berbagai destinasi di Indonesia.
2. Kolaborasi dengan Daerah
Bekerja sama dengan pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata, dan komunitas untuk menciptakan paket wisata yang menarik dan mudah diakses.
3. Mempromosikan Kearifan Lokal
Memastikan budaya, tradisi, dan kekayaan lokal menjadi daya tarik utama, sekaligus menjaga keberlanjutannya.
4. Mendorong Wisata Berbasis Ekonomi Kreatif
Mengintegrasikan produk ekonomi kreatif dengan sektor pariwisata, seperti kuliner, kerajinan, dan seni pertunjukan, untuk memberikan nilai tambah bagi wisatawan.
5. Mengelola Kampanye Nasional
Menyusun dan melaksanakan kampanye promosi pariwisata di tingkat nasional, seperti “Bangga Berwisata di Indonesia” dan program serupa.
6. Monitoring dan Evaluasi Pariwisata Nusantara
Memastikan program-program yang dicanangkan berjalan sesuai target, serta mengukur dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Perjuangan dan Kisah Inspiratif
Marhaen juga berbagi cerita tentang tantangan yang ia hadapi. “Tantangan terbesarnya adalah mengubah pola pikir masyarakat agar bangga berwisata di negeri sendiri. Banyak yang menganggap luar negeri lebih menarik, padahal kekayaan alam dan budaya kita tak kalah hebat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun infrastruktur dan aksesibilitas di destinasi wisata, terutama di daerah terpencil. “Kita perlu memastikan bahwa setiap destinasi dapat dijangkau dengan mudah dan nyaman, tanpa mengorbankan keasliannya,” tambahnya.
Kontribusi Banyuwangi untuk Pariwisata Nasional
Sebagai putra daerah, Dwi Marhen juga bangga dengan pencapaian Banyuwangi yang kini menjadi salah satu destinasi unggulan di Indonesia. Ia berharap keberhasilan Banyuwangi dalam mengembangkan pariwisata berbasis komunitas dan lingkungan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain.
Di akhir pertemuan, ia berpesan, “Mari kita semua berkontribusi untuk membangun pariwisata Indonesia. Dari kopi lokal seperti Kopi Lego hingga seni tradisional, semuanya punya potensi besar. Yang penting adalah keberanian untuk bermimpi besar dan bekerja keras.”
Pertemuan ini tidak hanya menjadi momen berbagi inspirasi, tetapi juga pengingat betapa pentingnya kolaborasi dan kerja keras dalam memajukan pariwisata Indonesia. (red)
Perjuangan dan Kisah Inspiratif
Marhaen juga berbagi cerita tentang tantangan yang ia hadapi. “Tantangan terbesarnya adalah mengubah pola pikir masyarakat agar bangga berwisata di negeri sendiri. Banyak yang menganggap luar negeri lebih menarik, padahal kekayaan alam dan budaya kita tak kalah hebat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun infrastruktur dan aksesibilitas di destinasi wisata, terutama di daerah terpencil. “Kita perlu memastikan bahwa setiap destinasi dapat dijangkau dengan mudah dan nyaman, tanpa mengorbankan keasliannya,” tambahnya.
Kontribusi Banyuwangi untuk Pariwisata Nasional
Sebagai putra daerah, Dwi Marhen juga bangga dengan pencapaian Banyuwangi yang kini menjadi salah satu destinasi unggulan di Indonesia. Ia berharap keberhasilan Banyuwangi dalam mengembangkan pariwisata berbasis komunitas dan lingkungan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain.
Di akhir pertemuan, ia berpesan, “Mari kita semua berkontribusi untuk membangun pariwisata Indonesia. Dari kopi lokal seperti Kopi Lego hingga seni tradisional, semuanya punya potensi besar. Yang penting adalah keberanian untuk bermimpi besar dan bekerja keras.”
Pertemuan ini tidak hanya menjadi momen berbagi inspirasi, tetapi juga pengingat betapa pentingnya kolaborasi dan kerja keras dalam memajukan pariwisata Indonesia. (red)
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Akhir 2026, Pemkab Jember Targetkan Seluruh ASN Beralih ke e-Kinerja BKN
9 Oktober 2026
18:08
Ekonomi & Bisnis
Siapkan IB Gratis Sapi Red Brahman, DKPPP Jember Sinkronkan Birahi Ternak
9 Oktober 2026
17:36
Pendidikan & Teknologi
Harmoni Tangguh dari Ujung Timur Jawa, MTsN 1 Banyuwangi Unjuk Prestasi di Kejurprov Drum Band PDBI Jatim 2026
9 Oktober 2026
17:25
Hukum & Politik
Pasutri Pembuang Bayi di Kalibaru Banyuwangi Ditangkap, Polisi Telusuri Motif
9 Oktober 2026
16:06
Hukum & Politik
Mobil Cinta Diluncurkan, Pasien di Jember Tak Perlu Bingung Cari Kendaraan untuk Pulang
9 Oktober 2026
15:53