Detail Berita
Hukum & Politik
ARPG Kawal Muhamad Rudini dan Mikel Mensen, Adukan Penyerobotan Tanah ke Presiden Prabowo
Pewarta : Anjasmara Enewsindo
11 Desember 2024
14:40
JAKARTA, enewsindo.co.id – Koordinator Nasional Aliansi Relawan Prabowo Gibran (ARPG), Syafrudin Budiman SIP, menyatakan keprihatinannya atas perjuangan panjang Muhamad Rudini dan Mikel Mensen, warga Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Keduanya yang hanya petani kecil dan seorang guru mengaji, mengaku hak atas tanah warisan leluhurnya telah dirampas oleh mafia tanah yang diduga berkolaborasi dengan oknum Badan Pertanahan Nasional (BPN) Manggarai Barat.
Muhamad Rudini adalah cucu almarhum Ibrahim Hanta, tokoh masyarakat yang berjasa dalam pembangunan Masjid Agung Waemata di Labuan Bajo. Tanah warisan keluarga Ibrahim Hanta seluas 11 hektar di kawasan Keranga diduga diserobot oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab dengan dukungan oknum BPN.
Melapor ke Istana
Dalam upaya mencari keadilan, Muhamad Rudini dan Mikel Mensen dengan dukungan ARPG mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada 6 Desember 2024. Pada Selasa, 10 Desember 2024, mereka didampingi ARPG untuk melaporkan langsung kasus tersebut ke Istana Merdeka.
“Kami di ARPG mengawal perjuangan Bapak Muhamad Rudini dan Mikel Mensen agar hak mereka atas tanah leluhur dapat dikembalikan. Surat resmi telah kami kirim ke Presiden Prabowo untuk memberikan perhatian atas kasus ini,” ujar Gus Din, sapaan akrab Syafrudin Budiman.
Fakta-Fakta Kasus
- Pemalsuan Dokumen Pada 11 Maret 2019, tanda tangan Ibrahim Hanta, yang telah wafat pada 1986, dipalsukan dalam sebuah surat hibah.
- Penerbitan Sertifikat Ilegal Sertifikat tanah diterbitkan pada 31 Januari 2017 menggunakan dokumen alas hak palsu yang salah lokasi dan cacat yuridis.
- Keputusan Pengadilan Pada 23 Oktober 2024, Pengadilan Negeri Labuan Bajo menyatakan Muhamad Rudini dan Mikel Mensen sebagai pemilik sah tanah tersebut. Pengadilan membatalkan sertifikat pihak tergugat dan menyatakan tindakan BPN serta pengusaha terkait sebagai perbuatan melawan hukum.
- Surat Satgas Mafia Tanah Surat dari Satgas Mafia Tanah Kejaksaan Agung menyatakan bahwa sertifikat-sertifikat tersebut cacat administrasi dan hukum.
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Lapas Banyuwangi Potong 12 Hewan Kurban, Warga Binaan Bakal Nyate Bareng
27 Mei 2026
15:22
Hukum & Politik
Sambut Iduladha 1447 H, Polres Nias Selatan Salurkan 8 Ekor Hewan Qurban
27 Mei 2026
15:11
Hukum & Politik
Warga Binaan Lapas Banyuwangi Diajak Petik Hikmah Keikhlasan dalam Salat Idu ladha
27 Mei 2026
15:01
Ekonomi & Bisnis
Manajer Kebun Blawan, Kurban Jadi Momentum Perkuat Solidaritas Sosial
27 Mei 2026
14:56
Ekonomi & Bisnis
PTPN I Regional 5 Kebun Glantangan Serahkan Tiga Kambing Kurban ke Dua Masjid di Idul Adha 2026
27 Mei 2026
14:02