Detail Berita

Hukum & Politik

PTPN Group dan SGN Luncurkan Gerakan Menuju Swasembada Gula Nasional

Pewarta : Anjasmara Enewsindo

21 November 2024

13:17

LUMAJANG, enewsindo.co.id - PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) bersama sejumlah kementerian meluncurkan "Program Manis Menuju Swasembada Gula Nasional" di areal perkebunan tebu Pabrik Gula Djatiroto, Lumajang. Program ini menjadi langkah strategis dalam upaya mencapai swasembada gula konsumsi pada tahun 2028. Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Mohammad Abdul Ghani, menyampaikan keyakinannya bahwa target tersebut dapat dicapai melalui penguatan internal dan dukungan dari berbagai kementerian. “Kita sudah janji, Insya Allah dengan kekuatan internal dan dukungan penuh dari seluruh pihak, kita siap untuk mencapai swasembada gula konsumsi pada tahun 2028,” ujar Ghani. Ghani memaparkan, bahwa target ini didasarkan pada analisis data produksi gula nasional yang mencapai 2,47 juta ton pada tahun 2024. PT SGN sendiri menargetkan peningkatan produksi menjadi 150.000 ton pada tahun depan, sehingga total produksi gula nasional diproyeksikan melebihi 2,6 juta ton pada 2025. “Produksi gula kita pernah mencapai puncaknya pada 1930 dengan 2,9 juta ton. Jika program ini berjalan sesuai rencana, kita akan memutus siklus stagnasi produksi sejak 1931,” tambah Ghani. Teknologi dan Kolaborasi untuk Meningkatkan Produksi Berbagai inovasi telah diterapkan untuk mendukung program ini, seperti penggunaan teknologi modern dalam perawatan tanaman tebu, aplikasi "ETERA" untuk menghubungkan petani dengan perbankan, penyediaan pupuk melalui Program Makmur, sistem irigasi canggih, dan benih tebu varietas baru. Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Mahmudi, menjelaskan bahwa akselerasi program ini didukung oleh kolaborasi berbagai pihak, termasuk perbankan, Pupuk Indonesia, dan Direktorat Jenderal Perkebunan. “Platform ETERA telah mendukung ekosistem tebu rakyat, dan dengan intensifikasi ini, kita optimis pencapaian swasembada gula dapat dipercepat,” kata Mahmudi. Mahmudi juga menegaskan bahwa produksi gula nasional diproyeksikan meningkat menjadi 2,4 juta ton pada 2024 dan 2,6 juta ton pada 2025. Dukungan Kementerian dan Stakeholder Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk mendukung swasembada pangan, termasuk gula. Ia optimistis target ini dapat tercapai lebih cepat dari 2028 jika teknologi modern dan bibit unggul dimanfaatkan secara maksimal. “Kita gunakan drone, alat modern, irigasi yang baik, serta bibit unggul yang produktivitasnya tinggi. Tahun lalu produksi 2,2 juta ton, tahun ini 2,4 juta ton. Jika terus meningkat, kita bisa swasembada sebelum 2028,” ujar Zulkifli. Zulkifli juga meninjau empat varietas benih tebu unggulan baru, yakni PS Nusantara 081 hingga 084, serta melakukan penanaman perdana di lokasi acara. Acara ini dihadiri oleh berbagai pejabat, termasuk Asisten Deputi Bidang Industri Perkebunan dan Kehutanan Kementerian BUMN, Direksi Himbara, Holding Pupuk Indonesia, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, serta mitra petani tebu. Program Inkubator Agripreneur Tebu Diresmikan Sebagai bagian dari upaya mencetak generasi muda yang andal di sektor pertanian, SGN juga meluncurkan Program Inkubator Agripreneur Tebu. Program ini menarik 1.110 pendaftar hanya dalam tiga hari pembukaan. Setelah seleksi ketat, terpilih 10 peserta yang akan mengelola mini estate tebu seluas 50-100 hektare di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas tebu melalui inovasi pertanian modern. “Setelah Sragen, kami akan melanjutkan rekrutmen untuk wilayah Madiun, Kediri, dan Mojokerto,” ujar Mahmudi. Inisiatif ini didukung Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian untuk menjawab tantangan produktivitas serta mengoptimalkan peran generasi muda dalam revolusi pertanian modern. Program ini diharapkan menjadi terobosan menuju pertanian yang berkelanjutan. (red)
Tags : #Berita # BUMN # BUMN # Jawa Timur # BUMN

Ikuti Kami :

Komentar